Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Siapa Kartunis Majalah LeMan yang Gambar Kartun Nabi Muhammad? Menyulut Muslim Turki Murka di Istanbul, Kini Diperiksa Polisi!

Nur Wachid • Rabu, 2 Juli 2025 | 18:06 WIB

Majalah LeMan yang menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad dan Musa menyulut kemarahan muslim Turki.
Majalah LeMan yang menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad dan Musa menyulut kemarahan muslim Turki.

Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah karikatur di majalah satir LeMan menyulut kemarahan besar di Turki.

Kartun yang menggambarkan sosok bersayap mengucapkan salam sebagai Nabi Muhammad dan Musa memicu kerusuhan di Istanbul, Senin (30/6/2025).

Polisi pun bertindak cepat: sang kartunis berinisial D.P. ditangkap dan sedang diperiksa.

Menurut laporan dari DW dan kantor berita AFP, kejaksaan Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap kartunis D.P., serta redaktur pelaksana dan pemimpin redaksi majalah LeMan.

Mereka diduga “secara terang-terangan menghina nilai-nilai keagamaan,” setelah kartun tersebut tayang di edisi 26 Juni 2025.

Ilustrasi itu menampilkan dua tokoh bersayap terbang di langit kota yang diserang.

Karakter pertama berkata, “Assalamu’alaikum, saya Muhammed,” dan disambut karakter lain, “Assalamu’alaikum, saya Musa.”

Gambar ini tersebar luas di media sosial dan dianggap mencederai kesucian Nabi Muhammad SAW.

D.P., Kartunis LeMan yang Kini Jadi Sorotan

Pemerintah Turki tak tinggal diam. Menteri Dalam Negeri, Ali Yerlikaya, mengunggah video penangkapan kartunis tersebut.

Baca Juga: Ternyata Masih Tayang! Ini Dia Update Jadwal SpongeBob di GTV yang Siap Temani Long Weekend Kamu

Dalam video itu, pria yang diyakini sebagai D.P. tampak diborgol dan digiring petugas melewati lorong tangga.

“Orang bernama D.P. yang membuat gambar keji ini telah ditangkap dan ditahan,” tulis Yerlikaya di platform X (dulu Twitter).

Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc turut mengecam. Ia menyebut gambar tersebut sebagai penghinaan keji terhadap nilai-nilai suci dan harmoni sosial.

“Tidak ada kebebasan yang membenarkan penghinaan terhadap agama,” tegasnya.

LeMan Klarifikasi: “Bukan Gambar Nabi Muhammad”

Setelah gelombang kecaman, pihak majalah LeMan mengeluarkan permintaan maaf dan klarifikasi.

Mereka menyatakan gambar tersebut tidak dimaksudkan sebagai penggambaran Nabi Muhammad.

Melainkan menyimbolkan penderitaan seorang pria Muslim yang meninggal akibat serangan Israel.

"Nama Muhammad adalah nama yang umum dan terhormat di kalangan Muslim. Kartun itu tidak menggambarkan Nabi dan tidak ditujukan untuk mengejek nilai-nilai agama,” tulis LeMan dalam pernyataannya.

Namun, klarifikasi tersebut tak menghentikan gelombang kemarahan. Aksi unjuk rasa masih berlangsung di depan kantor redaksi majalah di Istanbul.

Massa mendesak agar LeMan ditutup dan seluruh pihak terlibat dihukum setimpal.

Baca Juga: Musda Hanura Jatim Digelar, Yunianto Wahyudi Tegaskan Tak Maju dan Beberkan Evaluasi Pemilu 2024

Undang-Undang Turki Bisa Jerat Pelaku dengan Hukuman Penjara

Meski Turki dikenal sebagai negara dengan sistem hukum sekuler sejak 1920-an.

Undang-undangnya tetap memungkinkan hukuman penjara hingga satu tahun bagi mereka yang secara terbuka menghina nilai-nilai keagamaan masyarakat.

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi terkait kartun agama di media satir.

Beberapa tahun terakhir, serangkaian kasus serupa telah memicu ketegangan global

Termasuk insiden Charlie Hebdo di Prancis dan pembakaran Al-Qur’an di negara Skandinavia.

Kini, mata dunia tertuju pada Turki dan bagaimana negara tersebut akan menangani kasus sensitif yang berada di persimpangan antara kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap keyakinan umat beragama. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#Majalah LeMan #istanbul #update #turki #Kartun Nabi Muhammad #Musa #viral #fakta #Penggambar kartun nabi #kartunis