SURABAYA, Jawa Pos Radar Lawu – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Timur resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III pada Selasa (1/7) di sebuah hotel di Surabaya.
Dalam forum strategis tersebut, Ketua DPD Hanura Jatim, Yunianto Wahyudi, menegaskan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua.
Pria yang akrab disapa Masteng itu menyampaikan bahwa keputusan ini diambil karena dirinya telah ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) 5 DPP Hanura yang membawahi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jabatan baru tersebut dinilainya sebagai amanah besar yang harus dijalankan secara penuh.
“Ini sekaligus pamit saya. Pada Musda kali ini sudah ada dua calon, yakni Pak Sumarzen Marzuki dan Pak Akhmad Nurcholis. Fit and proper test sudah dilakukan oleh DPP, tinggal menunggu rekomendasi Ketua Umum,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, keputusannya tidak maju merupakan bentuk kepatuhan terhadap keputusan partai sekaligus komitmen dalam memberikan ruang regenerasi.
“Saya ini tegak lurus kepada Ketua Umum. Kalau sudah ditunjuk jadi Korwil dan diminta tidak maju, ya saya harus patuh,” tegasnya.
Evaluasi Pemilu 2024 dan Rencana Maju DPR RI
Dalam kesempatan itu, Masteng juga menyampaikan refleksi atas hasil Pemilu 2024 yang dianggap menjadi catatan penting bagi Hanura Jatim.
Dari total 46 kursi DPRD yang pernah dimiliki, kini hanya tersisa 27 kursi.
“Kalau dikaitkan dengan kegagalan, iya, kami gagal. Maka Musda ini adalah momen koreksi menyeluruh. Kita harus lebih siap menyongsong 2029,” ungkapnya lugas.
Terkait langkah politik ke depan, Masteng memastikan dirinya akan maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI di Pemilu 2029 melalui Partai Hanura.
Namun, ia masih belum memutuskan daerah pemilihannya (dapil).
“Yang jelas saya tetap lewat Hanura. Soal dapil, nanti kita lihat. Tapi putusan Mahkamah Konstitusi soal keserentakan pemilu ini menimbulkan diskusi. Kalau saya nyalon DPR RI tapi gagal, apakah bisa balik ke DPRD provinsi atau kabupaten/kota? Karena ada jeda waktu 2,5 tahun,” ucapnya.
Masteng menilai, jika aturan tersebut memberi celah, maka akan banyak petahana DPRD yang memilih maju ke DPR RI.
“Karena mereka sudah punya mesin politik yang jalan. Yang baru malah ketar-ketir,” imbuhnya.
Meski dinamika politik terus berubah, Masteng menegaskan tidak akan berpaling dari Hanura.
“Saya tetap di Hanura. Tidak akan pindah ke partai lain,” tutupnya dengan tegas. (kid)
Editor : Nur Wachid