Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Los Angeles Membara! China Keluarkan Travel Warning untuk Lindungi Warganya dari Kerusuhan dan Pertempuran Jalanan

AA Arsyadani • Selasa, 10 Juni 2025 | 17:05 WIB
Massa memenuhi jalanan pusat kota Los Angeles dalam protes menolak kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.
Massa memenuhi jalanan pusat kota Los Angeles dalam protes menolak kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.

Jawa Pos Radar Lawu — Situasi keamanan di Los Angeles, Amerika Serikat, kian memanas setelah aksi unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi pemerintah AS berujung pada kerusuhan besar-besaran, penjarahan, hingga bentrok dengan aparat federal.

Menanggapi kondisi ini, Konsulat Jenderal China di Los Angeles menerbitkan peringatan serius bagi warganya untuk tetap waspada.

Melalui situs web dan kanal media sosial resminya, Konsulat China mengimbau agar warga negara China menjauhi keramaian dan tidak keluar rumah malam hari, terutama di wilayah dengan tingkat keamanan rendah.

"Konsulat Jenderal di Los Angeles mengingatkan warga negara China di wilayah Los Angeles untuk memperhatikan pengumuman resmi dan laporan media, tetap waspada, meningkatkan kewaspadaan keselamatan, menjauhi kerumunan, tempat ramai, atau area dengan tingkat keamanan publik yang buruk, serta menghindari bepergian di malam hari atau sendirian," tulis peringatan resmi tersebut.

Kerusuhan yang terjadi bermula dari aksi protes terhadap kebijakan deportasi massal Presiden Donald Trump.

Namun, demonstrasi damai tersebut dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan, penjarahan toko-toko, dan pertempuran jalanan antara demonstran dan petugas imigrasi serta aparat keamanan federal.

Presiden Trump langsung mengambil langkah keras. Ia memerintahkan pengerahan 2.000 personel Garda Nasional dan menambah sekitar 700 marinir untuk mengendalikan situasi yang disebutnya sebagai "serangan terhadap kota Amerika".

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis:
"Sebuah kota besar Amerika yang dulu hebat, Los Angeles, telah diserbu dan diduduki oleh imigran ilegal dan kriminal. Kini massa pemberontak yang penuh kekerasan menyerang agen federal kita untuk menghentikan operasi deportasi—tetapi kerusuhan tanpa hukum ini justru semakin menguatkan tekad kami."

Baca Juga: Kebijakan Donald Trump Tangkap Akademisi Pro Palestina Tuai Kecaman, Dianggap Tak Cerminkan Nilai Demokrasi

Situasi di Los Angeles ini menjadi sorotan utama media pemerintah China.

Saluran televisi nasional CCTV menayangkan laporan langsung tanpa henti terkait unjuk rasa anti-ICE dan kerusuhan yang terjadi. Bahkan, mereka membuat tagar di Weibo berjudul “LA adalah kekacauan”, yang telah dilihat lebih dari 31,5 juta kali, dan masuk dalam lima besar tren nasional di China.

Baca Juga: Universitas Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing, Ribuan Pelajar Terancam Kehilangan Status Legal di AS!

Di kolom komentar unggahan CCTV, muncul beragam tanggapan dari warganet China.

Sebagian menyampaikan kekhawatiran terhadap warga negara mereka yang berada di AS, namun tidak sedikit pula yang menyindir situasi dalam negeri Amerika yang dianggap ironis mengingat AS kerap mengkritik negara lain soal hak asasi dan demokrasi.

Reaksi ini mengingatkan publik pada respons China saat kerusuhan terkait George Floyd (2020) dan penyerbuan Gedung Capitol (2021).

Di masa-masa itu, pemerintah dan media China sering menjadikan kerusuhan di AS sebagai bukti kegagalan sistem demokrasi Amerika dan alat retoris untuk menyindir kebijakan domestik Washington. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#donald trump #Los Angeles Amerika Serikat #kerusuhan AS #kebijakan anti imigran AS #China - AS #los angeles #travel warning