Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Waspasda! Covid-19 Naik Lagi di Asia, Kemenkes RI Instruksikan Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga Penuh!

Oktaviani Sindy • Minggu, 1 Juni 2025 | 15:13 WIB
Covid-19 kembali meningkat di Asia, Kemenkes RI instruksikan seluruh faskes perketat deteksi dan pelaporan demi cegah lonjakan kasus.
Covid-19 kembali meningkat di Asia, Kemenkes RI instruksikan seluruh faskes perketat deteksi dan pelaporan demi cegah lonjakan kasus.

Jawa Pos Radar Lawu - Wabah Covid-19 kembali menggeliat di sejumlah negara di wilayah Asia.

Thailand, Hongkong, Malaysia, hingga Singapura mulai melaporkan peningkatan kasus secara signifikan di minggu ke-12 tahun 2025.

Meski Indonesia saat ini menunjukkan tren penurunan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tak mau lengah.

Sebagai langkah antisipatif, Kemenkes RI resmi mengeluarkan instruksi tertulis pada (23/5/2025) kepada seluruh rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperketat deteksi dan pelaporan kasus Covid-19.

Instruksi cepat yang tertuang dalam surat edaran tersebut, Kemenkes menekankan pentingnya respons cepat jika ditemukan peningkatan kasus atau potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Semua faskes wajib melapor kurang dari 24 jam ke dalam laporan Surveilans Berbasis Kejadian (Event Based Surveillance/EBS) melalui aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons).

Tak hanya itu, faskes juga diperintahkan untuk melaporkan hasil pemeriksaan spesimen Covid-19 melalui aplikasi All Record Tc-19, sebagai bentuk akuntabilitas pelacakan dan pemantauan varian.

Bahkan, Kemenkes RI juga meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk menjamin pelaksanaan deteksi dan penanganan kasus sesuai protokol, serta menjaga kesehatan para tenaga medis sebagai garda terdepan.

Berbanding terbalik dengan negara tetangga, tren kasus Covid-19 di Indonesia justru mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.

Data mingguan menunjukkan penurunan signifikan dari 28 kasus (minggu ke-19) menjadi hanya 3 kasus (minggu ke-20), dengan positivity rate 0,59 persen.

Perlu diketahui, varian dominan saat ini yang terdeteksi di Indonesia adalah MB.1.1, yang menurut para ahli cenderung lebih mudah menyebar namun tidak separah varian sebelumnya dalam hal gejala berat.

Meski begitu, potensi penyebaran tetap ada, terlebih dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan belum meratanya kesadaran prokes di beberapa daerah.

Walaupun kondisi dalam negeri masih terkendali, Kemenkes RI menegaskan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga ketat.

Langkah preventif melalui deteksi dini dan pelaporan cepat bukan hanya soal kesiapan sistem kesehatan, tetapi juga upaya memutus rantai penularan sebelum meluas seperti yang terjadi di negara lain.

Dengan adanya surat edaran ini, Indonesia membuktikan kesiapannya untuk bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi kemungkinan gelombang baru.

Saatnya kesadaran masyarakat juga ikut berperan, tetap jaga kesehatan, waspada terhadap gejala, dan patuhi protokol jika diminta tes. (okta)

Editor : Riana M.
#malaysia #Wabah Covid-19 #hongkong #kementerian kesehatan #wilayah asia #thailand