Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fakta di Balik Hoaks Salju Turun di Indonesia Tahun 2026, Ini Awal Mula Videonya Viral!

Oktaviani Sindy • Minggu, 1 Juni 2025 | 02:36 WIB
Video viral soal Indonesia turun salju 2026 bikin heboh, padahal BMKG pastikan itu hoaks total tanpa dasar ilmiah.
Video viral soal Indonesia turun salju 2026 bikin heboh, padahal BMKG pastikan itu hoaks total tanpa dasar ilmiah.

Jawa Pos Radar Lawu - Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh video yang menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami hujan salju pada tahun 2026.

Konten tersebut menyebar masif lewat TikTok dan YouTube, menampilkan peta Indonesia berselimut putih salju, lengkap dengan narasi bak siaran berita resmi.

Ribuan netizen terpukau sekaligus bingung: mungkinkah negeri tropis ini akan diselimuti salju?

Kabar mengejutkan ini rupanya berasal dari akun TikTok bernama @akunakjadiprasiden, yang mengunggah video dengan visual dan narasi dari "IKY News", sebuah stasiun berita fiktif.

Dalam tayangannya, video memperlihatkan wilayah Indonesia termasuk Riau seolah diselimuti salju, dan menyertakan tulisan "INDONESIA DIPERKIRAKAN BERSALJU PADA 2026" sebagai headline.

Namun, tak sedikit netizen yang langsung curiga video itu hanyalah hasil rekayasa AI, dan bukan produk jurnalistik yang sah.

Menanggapi kegaduhan tersebut, BMKG dengan tegas menyatakan bahwa informasi itu hoaks total.

Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam webinar resmi pada 24 Maret 2025 bahwa tidak ada prediksi ilmiah tentang kemungkinan salju turun di Indonesia, apalagi di tahun 2026.

“Indonesia adalah negara tropis dengan suhu udara 26–32°C, tidak mungkin turun salju kecuali di puncak gunung sangat tinggi seperti Cartenz,” jelasnya.

Kenapa Indonesia Tak Bisa Turun Salju, Ini Penjelasan Geografisnya?

Secara ilmiah, Indonesia memang tidak memiliki syarat untuk turunnya salju di dataran rendah. Letaknya di garis khatulistiwa membuat negara ini beriklim tropis sepanjang tahun.

Suhu udara yang tinggi, kelembapan tanpa pembekuan, serta ketinggian daratan yang rendah di sebagian besar wilayah menjadi penghalang utama.

Satu-satunya lokasi bersalju hanyalah Puncak Jayawijaya (Cartenz), Papua, di ketinggian lebih dari 4.800 meter.

Alih-alih menunggu salju turun di Jakarta, fakta yang lebih mengkhawatirkan justru terjadi di Papua.

BMKG bersama PT Freeport Indonesia mengungkap bahwa lapisan es abadi di Puncak Cartenz semakin menipis drastis, dan bisa lenyap sepenuhnya pada 2026 akibat perubahan iklim dan deforestasi.

"Ini ancaman nyata, bukan fiksi. Kalau dibiarkan, Indonesia justru kehilangan satu-satunya tempat bersalju yang kita miliki,” ujar Prof. Dwikorita.

Kisah viral salju di Indonesia pada 2026 hanyalah rekayasa kreatif yang berhasil menyesatkan sebagian publik.

Tiak ada bukti ilmiah, tidak ada pengumuman resmi, dan bukan pula prediksi sah dari lembaga terkait.

Justru, fakta lapangan menunjukkan dampak nyata dari perubahan iklim yang harus segera diantisipasi.

Mari bijak memilah informasi dan jangan mudah percaya pada konten AI tanpa sumber terpercaya. Karena salju mungkin tak datang, tapi hoaks bisa datang kapan saja. (okta)

Editor : Riana M.
#indonesia #kepala bmkg #salju turun #2026 #viral #fakta