Jawa Pos Radar Lawu - Suasana di Sungai Kerukan, Jalan Jafri Zam-Zam, Banjarmasin Barat berubah mencekam setelah kemunculan seekor buaya beberapa hari lalu.
Warga sekitar kini enggan beraktivitas di tepi sungai, apalagi membiarkan anak-anak mandi seperti biasanya.
Sebab, sampai kini buaya itu belum ditemukan.
Satuan Polisi Air (Satpolair) Polresta Banjarmasin bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bertindak cepat.
Spanduk imbauan larangan beraktivitas di sungai telah dipasang untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
“Untuk menghindari hal-hal membahayakan, kami bersama BPBD memasang spanduk larangan aktivitas di sekitar sungai,” ujar Banit Patroli Satpolair Polresta Banjarmasin, Hermansyah, Senin (26/5).
Selain itu, tim gabungan berencana melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai guna memastikan keamanan lingkungan.
“Kami minta warga tetap waspada dan tidak beraktivitas di pinggir sungai hingga situasi dinyatakan aman,” tegas Hermansyah.
Kronologi Penampakan Buaya
Warga bernama Nurdin (45) menjadi saksi mata yang pertama kali melihat buaya tersebut pada Sabtu (17/5) sekitar pukul 16.00 WITA.
Saat itu, ia sedang duduk santai di depan rumah ketika terdengar suara sesuatu tercebur ke sungai.
Rasa penasaran membawanya mengecek sumber suara, dan di situlah ia melihat ekor buaya.
“Saya cuma lihat ekornya, tapi besar. Ukurannya sekitar satu atau dua meter,” jelasnya, Selasa (27/5).
Awalnya, warga sempat mengira itu hanya biawak. Namun, Nurdin meyakini apa yang ia lihat adalah buaya.
“Saya bisa bedakan biawak dan buaya. Ini jelas buaya,” katanya mantap.
Buaya itu muncul di samping rumahnya dan diduga sedang mengincar ayam peliharaan Nurdin.
“Kalau ular sudah sering masuk ke kurungan ayam, tapi ini pertama kalinya buaya,” ujarnya.
Khawatir terjadi sesuatu pada anak-anak yang biasa mandi di sungai, Nurdin langsung memperingatkan mereka.
Laporan itu akhirnya sampai ke pihak Animal Rescue dan Satpolair untuk ditindaklanjuti.
Hingga kini, petugas gabungan terus memantau lokasi sambil memastikan buaya tersebut tidak kembali muncul.
Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sungai, terlebih saat kondisi air sedang pasang. (fin)
Editor : AA Arsyadani