Jawa Pos Radar Lawu – Identitas dan alamat lengkap Dewi Astutik, perempuan asal Ponorogo yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyelundupan narkoban 2 ton di perairan Kepulauan Riau, mulai terkuak ke publik.
Wanita kelahiran 8 April 1983 itu diduga kuat sebagai pengendali jaringan narkoba internasional yang selama ini beroperasi lintas negara.
Berdasarkan data yang dihimpun dari dokumen KTP yang beredar di media sosial, Dewi Astutik tercatat sebagai warga Dukuh Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Ia berstatus menikah dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
BNN: Dewi Astutik Alias Dinda Pengendali Utama Jaringan
Nama Dewi mencuat setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap penyelundupan sabu dalam jumlah besar menggunakan kapal motor Sea Dragon Terawa dari Thailand ke Indonesia.
Dalam operasi gabungan tersebut, aparat berhasil menyita 67 kardus berisi 2.000 bungkus sabu kristal seberat total sabu 2 ton.
Kepala BNN RI menyatakan bahwa Dewi bukan hanya bagian dari jaringan, tetapi diduga sebagai pengendali utama operasi penyelundupan narkotika dari Asia Tenggara ke Indonesia.
Selain itu, ia juga disebut-sebut sebagai aktor di balik penyelundupan 2,67 kg heroin melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Oktober 2024.
Masuk Red Notice Interpol, Diduga Lari ke Kamboja
Dewi Astutik alias Dinda kini diburu melalui jalur Red Notice Interpol.
BNN menduga ia melarikan diri ke luar negeri dan bersembunyi di wilayah Kamboja, tempat yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis transit jaringan narkotika internasional.
“Dewi adalah contoh bagaimana sindikat narkoba memanfaatkan wajah sipil dan modus penipuan kerja ke luar negeri untuk merekrut kurir. Ia sangat licik dan terorganisir,” ujar pejabat BNN dalam konferensi pers, Senin (26/5) di Jakarta.
Modus Perekrutan: Iming-Iming Kerja, Nyatanya Jadi Kurir
Salah satu modus operandi Dewi adalah merekrut WNI sebagai kurir narkoba dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di luar negeri.
Para korban dijanjikan bekerja di sektor jasa atau perhotelan, padahal mereka dijadikan alat penyelundupan barang haram.
BNN mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran kerja yang mencurigakan, apalagi jika melibatkan sponsor tidak jelas, biaya perjalanan gratis, atau proses yang tidak transparan.
Perempuan Asal Ponorogo Jadi DPO Internasional
Kasus Dewi Astutik menjadi alarm keras bagi semua pihak.
Siapa pun bisa terlibat dalam jaringan narkoba, bahkan sosok ibu rumah tangga dari desa pun bisa berubah menjadi buron internasional.
Saat ini, masyarakat Ponorogo dan sekitarnya diminta waspada serta segera melaporkan jika memiliki informasi terkait keberadaan Dewi. (kid)