Jawa Pos Radar Lawu - Minum teh merupakan kebiasaan yang lekat dalam budaya masyarakat Indonesia, sering menjadi momen santai bersama keluarga atau teman.
Namun, di balik kenyamanan itu, ada potensi bahaya yang perlu diperhatikan yaitu mikroplastik dalam kantong teh celup.
Hasil penelitian Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menemukan partikel mikroplastik, seperti nylon dan polimer sintetis, pada sejumlah merek teh di Indonesia.
Bahan tersebut biasa digunakan dalam pembuatan kantong teh celup.
Dosen Teknologi Pangan dari Petra Christian University, Ong Lu Ki, Ph.D., menjelaskan bahwa saat kantong teh berbahan plastik diseduh dengan air panas, lapisan plastik akan melepaskan mikroplastik ke dalam minuman.
Mikroplastik ini bisa masuk ke pembuluh darah dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti masalah pencernaan, pernapasan, reproduksi, kanker, hingga memengaruhi kualitas ASI.
Dalam jangka panjang, zat ini juga berisiko memicu keracunan hingga penyakit autoimun.
Teh celup dengan kantong berbahan plastik atau yang dilapisi plastik memiliki risiko tertinggi. Sebagai solusi, produsen teh disarankan menggunakan kantong berbahan alami yang aman, seperti serat panjang yang kuat dan ramah tubuh.
Bagi konsumen, alternatif yang lebih aman adalah menyeduh daun teh asli secara langsung. Dengan cara ini, kita tetap bisa menikmati teh tanpa khawatir terpapar mikroplastik.
(*/naz)
Penulis: Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani