GARUT, Jawa Pos Radar Lawu - Empat anggota TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam peristiwa ledakan saat proses pemusnahan amunisi afkir di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada Senin (12/5/2025).
Jenazah para prajurit kini sudah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing, sementara proses investigasi penyebab insiden masih terus dilakukan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, menyampaikan bahwa salah satu korban, Kolonel Cpl Antonius Hermawan, disemayamkan di Perumahan Seruni Hills, Bekasi.
Jenazahnya diterbangkan ke kampung halaman di Desa Kaliwungu, Harjobinangun, Yogyakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 12.45 WIB.
Tiga jenazah personel TNI lainnya juga telah disemayamkan di Kantor Gudang Pusat Amunisi III, Pulogebang, Jakarta Timur.
Mereka adalah Mayor Cpl Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan.
"Jenazah Mayor Cpl Anda Rohanda dibawa ke Desa Cinunuk, Cileunyi, Bandung. Kopda Eri Dwi Priambodo diantar ke Desa Banjarsari, Temanggung, Jawa Tengah. Sementara Pratu Aprio Setiawan diterbangkan ke Desa Mopuya Utara Satu, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara lewat Bandara Soekarno Hatta," terang Wahyu dilansir Radar Lawu dari Antara.
Kronologi Ledakan Amunisi Garut
Insiden bermula saat jajaran TNI AD dari Gudang Pusat Amunisi III melakukan pemusnahan amunisi afkir dengan prosedur standar.
Dua lubang sumur telah disiapkan untuk proses peledakan, yang berlangsung aman.
Namun, saat hendak memusnahkan detonator sisa dengan cara yang sama di lubang ketiga, terjadi ledakan mendadak.
Baca Juga: Jadwal Seru Matchday 2 Babak 16 Besar Liga 4 Nasional: Persinga Ngawi Hadapi Sang Maestro FC!
"Saat tim menyusun detonator ke dalam lubang, tiba-tiba ledakan terjadi dari dalam lubang," ujar Wahyu.
Akibat ledakan tersebut, 13 orang meninggal dunia, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Berikut daftar korban jiwa:
Kolonel Cpl Antonius Hermawan
Mayor Cpl Anda Rohanda
Agus bin Kasmin
Ipan bin Obur
Iyus Ibing bin Inon
Anwar bin Inon
Iyus Rizal bin Saepuloh
Toto
Dadang
Rustiawan
Endang
Kopda Eri Dwi Priambodo
Pratu Aprio Setiawan
Investigasi Masih Berlangsung
Hingga kini, tim investigasi TNI AD masih bekerja di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Brigjen Wahyu menegaskan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin akurasi dan tanggung jawab atas insiden tersebut.
"Kami pastikan investigasi ini dilakukan maksimal agar penyebab utama kejadian dapat diungkap," tegasnya. (kid)
Editor : Nur Wachid