Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Bernasib Malang dan Gagal Operasi, IKN Kembalikan Kereta Tanpa Rel ART ke China

Oktaviani Sindy • Kamis, 1 Mei 2025 | 02:52 WIB
IKN kembalikan kereta tanpa rel ART ke China usai gagal uji coba, tetap fokus kembangkan mobilitas cerdas yang berkelanjutan
IKN kembalikan kereta tanpa rel ART ke China usai gagal uji coba, tetap fokus kembangkan mobilitas cerdas yang berkelanjutan

Jawa Pos Radar Lawu - Ibu Kota Nusantara (IKN) memutuskan untuk mengembalikan Autonomous Rail Transit (ART), kereta tanpa rel buatan CRRC Qingdao Sifang, ke China. Keputusan ini diambil setelah uji coba atau Proof of Concept (PoC) ART tidak memenuhi ekspektasi teknis untuk mendukung sistem mobilitas cerdas di IKN.

Proyek ART yang digadang-gadang menjadi bagian dari ekosistem transportasi modern di IKN harus dihentikan setelah gagal beroperasi secara otonom selama uji coba pada Agustus hingga September 2024.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, mengungkapkan bahwa armada ART telah keluar dari area IKN pada Selasa (29/4/2025) menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk dikirim kembali ke China.

“Kami yang minta kembalikan, sesuai hasil PoC untuk dapat disempurnakan dan diperbaiki teknologinya,” ujar Ali.

Bahkan, ia menambahkan, jika teknologi ART telah diperbaiki, kemungkinan uji coba lanjutan akan kembali dibahas.

Meski ART gagal, Otorita IKN tetap berkomitmen mengembangkan transportasi cerdas yang terintegrasi.

Salah satu upaya utama adalah pengembangan aplikasi Mobility-as-a-Service (MaaS), yang memungkinkan warga IKN memesan berbagai moda transportasi seperti bus listrik, sepeda listrik, hingga urban air mobility melalui satu platform.

“Dengan MaaS, warga IKN akan menikmati kemudahan memesan berbagai moda transportasi,” jelas Ali.

Aplikasi MaaS dirancang untuk mengintegrasikan informasi rute, pemesanan sesuai permintaan, dan pengelolaan parkir pintar.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Nusantara Urban Mobility Masterplan, yang menargetkan 80 persen perjalanan di IKN menggunakan transportasi publik atau mobilitas aktif seperti berjalan kaki dan bersepeda.

Untuk mendukung visi ini, Otorita IKN mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15,4 triliun pada 2025 guna memperkuat infrastruktur, termasuk sensor IoT, konektivitas 5G, dan lampu lalu lintas pintar.

Baca Juga: Parfum Lokal Wangi Gak Cepet Hilang? Merek Layr Fragrance Paling Best Seller Ada di Varian Slow Dance!

Teknologi seperti Advanced Traffic and Parking Management System (ATPMS) dan Advanced Public Transportation System (APTS) juga akan diterapkan untuk mengelola lalu lintas secara real-time dan memantau posisi bus listrik melalui aplikasi seperti MitraDarat.

Selain itu, IKN juga sedang menguji coba urban air mobility atau sky taxi bersama Hyundai Motor Group sebagai bagian dari inovasi mobilitas masa depan.

Langkah ini menunjukkan tekad IKN untuk tetap menjadi kota cerdas yang ramah lingkungan meski menghadapi tantangan teknologi.

Pengembalian ART menjadi langkah evaluasi penting bagi Otorita IKN dalam memastikan semua teknologi yang digunakan sesuai standar yang dibutuhkan.

Dengan komitmen pada mobilitas berkelanjutan, IKN optimis dapat mewujudkan visi sebagai kota cerdas yang terintegrasi dan modern. (okta)

Editor : Riana M.
#ibu kota nusantara #IKN #china #kereta tanpa rel