Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Royal Enfield Bullet 500, Rekomendasi Alternatif Royal Enfield Classic 500 Milik Ridwan Kamil

Tegar Rukmana • Minggu, 20 April 2025 | 15:30 WIB
Royal Enfield Classic 500 milik Ridwan Kamil disita KPK. Publik membandingkannya dengan model Bullet 500 yang juga ikonik bergaya retro.
Royal Enfield Classic 500 milik Ridwan Kamil disita KPK. Publik membandingkannya dengan model Bullet 500 yang juga ikonik bergaya retro.

Jawa Pos Radar Lawu - Royal Enfield Classic 500 kembali menjadi buah bibir.

Namun kali ini, bukan karena peluncuran model baru, melainkan karena unit motor milik Ridwan Kamil disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan korupsi dana iklan Bank BJB.

Di tengah sorotan itu, publik ikut membandingkan Classic 500 dengan salah satu saudaranya yang tak kalah ikonik—Royal Enfield Bullet 500.

Secara desain, keduanya sama-sama mengusung gaya retro khas motor Inggris tempo dulu.

Namun, Classic 500 hadir dengan pendekatan yang lebih modern klasik.

Motor ini memiliki tangki teardrop, jok terpisah, dan pilihan warna matte seperti Battle Green atau Stealth Black.

Sedangkan Bullet 500 dikenal dengan tampilan yang lebih otentik dan konservatif.

Tangki yang lebih ramping, emblem timbul bergaya klasik, serta detail krom mendominasi tampilannya.

Bisa dibilang, Bullet lebih cocok bagi pecinta gaya vintage yang tak banyak berubah sejak dekade 1950-an.

Soal dapur pacu, baik Classic 500 maupun Bullet 500 sama-sama ditenagai mesin 499 cc satu silinder berpendingin udara.

Tenaganya pun tidak jauh berbeda—sekitar 27,2 hp dengan torsi 41,3 Nm.

Keduanya menggunakan transmisi 5-percepatan dan sistem bahan bakar injeksi. 

Hal itu menjadikan keduanya masih relevan untuk digunakan sehari-hari meski tetap mempertahankan sensasi klasik dari suara dan getarannya.

Yang membedakan, Classic 500 cenderung lebih digemari oleh kalangan muda dan komunitas modifikasi.

Motor ini sering dijadikan basis custom bergaya bobber, scrambler, hingga brat style.

Sementara Bullet 500 lebih banyak dipilih oleh penggemar motor klasik tulen, karena tampilannya yang cenderung tak berubah dari generasi ke generasi.

Dari sisi kenyamanan, Classic 500 lebih unggul berkat jok per dengan bantalan lebih empuk dan ergonomi yang lebih ramah untuk pengendara tinggi.

Sedangkan Bullet 500 sedikit lebih rigid, namun tetap menyuguhkan sensasi old-school riding yang khas.

Keduanya kini sudah tidak lagi diproduksi secara massal karena standar emisi yang makin ketat, terutama di India sebagai negara produksinya.

Namun unit bekas keduanya masih banyak diburu di pasar motor klasik, terutama karena karakter desain dan ketangguhan mesinnya. (gar/kid)

Editor : Nur Wachid
#motor klasik #royal enfield #ridwan kamil #Royal Enfield Bullet 500 #Royal Enfield Classic 500