Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerdas tanpa Cinta itu Bahaya! Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) segera Diluncurkan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama

Deni Kurniawan • Jumat, 18 April 2025 | 04:30 WIB
Foto ilustrasi pelajar di Indonesia. Saat ini Kemenag sedang uji publik kurikulum berbasis cinta (KBC).
Foto ilustrasi pelajar di Indonesia. Saat ini Kemenag sedang uji publik kurikulum berbasis cinta (KBC).

JAWA POS RADAR LAWU – Kementerian Agama (Kemenag) lewat Ditjen Pendidikan Islam tengah mempersiapkan sesuatu yang fresh dan penuh makna. Yakni, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Program ini mulai dikenalkan lewat uji publik yang digelar baru-baru ini.

Apa alasan uji publik KBC? Pertama, menjawab masukan dari berbagai pihak. Selain itu, juga menjadi ajang sosialisasi ke masyarakat soal pentingnya pendidikan yang tak cuma fokus ke otak, tapi juga ke hati.

Sesuai namanya, Kurikulum Berbasis Cinta bakal menyisipkan nilai-nilai cinta. Mulai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, hingga cinta terhadap alam.

Gagasan ini diharapkan bisa membentuk generasi muda yang tak cuma cerdas, tapi juga penuh kasih, peduli, dan punya spiritualitas kuat.

Salah satu tokoh yang turut mengisi uji publik adalah mantan Mendikbud Mohammad Nuh. Dia bilang bahwa KBC bisa jadi pondasi kuat untuk membangun peradaban unggul di masa depan.

Menurutnya, pendidikan hari ini nggak cukup hanya ngajarin pengetahuan masa lalu dan sekarang. Harus bisa menjawab tantangan masa depan juga.

“Ini bukan sekadar kurikulum biasa. Ini gerakan besar! Untuk melahirkan manusia berkarakter, haus ilmu, dan siap hadapi era digital,” ujarnya dilansir Jawa Pos.

Nuh yang juga pelopor Kurikulum 2013 (K13) itu menekankan bahwa kurikulum yang baik bukan cuma soal isi dan standar, tapi juga soal makna kemanusiaan dan spiritualitas siswa.

Menariknya, beliau mencontohkan kisah Nabi Musa yang rela melepas status demi mencari ilmu dan hikmah. “Itulah pendidikan sejati. Nggak cuma pakai logika, tapi juga mengasah kebijaksanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan bahwa KBC dirancang untuk membawa pendidikan Islam kembali ke ruh utama yakni kedamaian, nilai, dan makna.

“Masih banyak praktik pendidikan agama yang sekadar rutinitas, bahkan melahirkan ujaran kebencian. KBC hadir sebagai jawaban dari keresahan itu,” tegasnya.

Kurikulum Berbasis Cinta alias KBC bakal mengajarkan cinta yang menyeluruh: kepada Tuhan, kepada manusia, dan kepada lingkungan. Harapannya, pendidikan Islam ke depan bisa melahirkan generasi yang nggak cuma jago soal ilmu pengetahuan, tapi juga punya rasa dan jiwa damai.

“Cerdas itu penting. Tapi kalau cerdas tanpa cinta, hasilnya bisa bahaya. Kita butuh generasi yang pintar sekaligus peka,” pungkas Amien. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#pendidikan #kemenag #Kurikulum Berbasis Cinta #KBC