Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

11 Menit Tamasya ke Luar Angkasa, Segini Biaya yang Dikeluarkan Katy Perry!

Indi Wardani • Kamis, 17 April 2025 | 15:40 WIB
Katy perry baru pulang tamasya di luar angkasa
Katy perry baru pulang tamasya di luar angkasa

Jawa Pos Radar Lawu – Penyanyi dunia Katy Perry sukses menorehkan sejarah sebagai salah satu selebritas yang berhasil menembus luar angkasa.

Dalam misi NS-31 yang dijalankan perusahaan antariksa Blue Origin, Katy menikmati pengalaman luar biasa: melayang tanpa gravitasi selama sekitar 11 menit di luar atmosfer Bumi.

Namun di balik pengalaman singkat nan mewah itu, ada harga yang tidak murah.

Buat kamu yang penasaran dan ingin mencicipi wisata antariksa seperti Katy Perry, siap-siap merogoh kocek dalam.

Berdasarkan laporan media internasional dan data yang dihimpun dari berbagai sumber, harga perjalanan ke luar angkasa ini bisa menyentuh angka fantastis: sekitar Rp7,9 miliar hingga Rp8,6 miliar per orang!

Rincian Biaya Perjalanan ke Luar Angkasa

Meski Blue Origin belum secara resmi merilis harga tiket tetap, beberapa sumber menyebutkan estimasi biaya yang cukup variatif.

Menurut laporan dari Los40 dan Reuters, berikut gambaran harganya:

• Harga tiket umum: Sekitar US$500.000 atau setara Rp8 miliar (kurs Rp16.000/dolar AS)

• Harga tiket dalam lelang eksklusif (2021): Pernah mencapai US$28 juta atau sekitar Rp448 miliar

• Biaya pelatihan dan persiapan tambahan: Belum diumumkan secara rinci, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah untuk akomodasi, pelatihan gravitasi nol, dan pakaian khusus antariksa.

Dengan begitu, untuk satu kali “tamasya” ke luar angkasa berdurasi 11 menit, seseorang harus menyiapkan dana setara harga rumah mewah di pusat kota atau belasan mobil sport kelas atas.

Apa yang Didapat dari Perjalanan Ini?

Dalam misi NS-31, Katy Perry dan lima perempuan lainnya menumpang kapsul New Shepard.

Roket sub-orbital itu membawa mereka menembus ketinggian sekitar 100 kilometer di atas permukaan laut batas yang dikenal sebagai garis Kármán, titik di mana atmosfer Bumi berakhir dan ruang angkasa dimulai.

Selama beberapa menit, mereka mengalami sensasi gravitasi nol, bisa melihat lengkungan bumi, dan menyaksikan hitamnya ruang angkasa dari jendela kapsul.

Setelahnya, kapsul kembali ke Bumi dengan bantuan parasut dan mendarat mulus di gurun Texas.

Katy Perry sendiri menggambarkan pengalaman tersebut sebagai “salah satu momen paling membumi dalam hidup saya,” meski ia melayang jauh dari Bumi.

Ia bahkan mencium tanah begitu keluar dari kapsul, sebagai bentuk rasa syukur telah kembali ke rumah.

Wisata luar angkasa kini menjadi bagian dari tren futuristik yang mulai terealisasi.

Selain Blue Origin milik Jeff Bezos, ada juga Virgin Galactic milik Richard Branson dan SpaceX milik Elon Musk yang menawarkan konsep serupa, bahkan untuk misi mengelilingi bulan.

Meski saat ini masih tergolong super-eksklusif dan hanya bisa diakses oleh miliarder atau artis papan atas, para pelaku industri optimistis bahwa harga akan makin terjangkau dalam satu hingga dua dekade ke depan.

Tujuannya adalah menjadikan luar angkasa sebagai destinasi wisata elite yang inklusif bagi siapa pun.

Tertarik Ikut Jejak Katy Perry?

Kalau kamu bermimpi ikut merasakan sensasi luar angkasa seperti Katy Perry, mulailah menabung  atau mungkin cari sponsor besar.

Yang jelas, dengan teknologi yang makin maju dan antusiasme yang meningkat, wisata luar angkasa bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan kenyataan yang sedang berkembang. (*)

Editor : Riana M.
#blue origin #katy perry #luar angkasa #biaya