Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fakta Royal Enfield Classic 500 Milik Ridwan Kamil yang Disita KPK, Pakai Mesin Berpendingin Udara, Apa Untung Ruginya?

Tegar Rukmana • Kamis, 17 April 2025 | 16:41 WIB

Royal Enfield Classic 500 Battle Green milik Ridwan Kamil memakai sistem pendingin udara, bukan radiator seperti motor modern kebanyakan.
Royal Enfield Classic 500 Battle Green milik Ridwan Kamil memakai sistem pendingin udara, bukan radiator seperti motor modern kebanyakan.

Jawa Pos Radar Lawu - Kasus dugaan korupsi Bank BJB yang menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tak hanya menyeret atensi publik pada ranah hukum. 

Namun juga ikut menyorot Royal Enfield Classic 500 Battle Green yang menjadi salah satu aset disita oleh KPK.

Di balik gaya klasik dan tampilan maskulinnya, motor ini ternyata menyimpan fakta teknis yang menarik.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Ngawi, Ini Sederet Alasan Pentingnya Bumper Belakang Truk untuk Cegah Fatalitas!

Salah satunya, mesin motor klasik itu masih mengandalkan sistem pendingin udara.

Berbeda dengan motor modern yang kini banyak menggunakan pendingin cairan atau radiator, Royal Enfield Classic 500 tetap mempertahankan teknologi konvensional.

Mesin berkapasitas 499 cc, satu silinder, 4-tak ini mendinginkan diri hanya dengan memanfaatkan aliran udara saat motor melaju.

Baca Juga: Film Jumbo Tembus 4 Juta Penonton, Siap Salip Pabrik Gula di Puncak Box Office Lebaran 2025!

Sistem pendingin udara bekerja cukup sederhana. Udara dingin akan masuk melalui celah fairing atau area terbuka di sekitar mesin.

Kemudian, udara itu akan melewati sirip-sirip pendingin (cooling fins) yang menempel di blok mesin.

Semakin cepat motor melaju, semakin besar volume udara yang mengenai permukaan mesin, membantu menjaga suhu tetap stabil.

Baca Juga: 11 Menit Tamasya ke Luar Angkasa, Segini Biaya yang Dikeluarkan Katy Perry!

Prinsip ini sudah digunakan sejak era awal mesin bensin dan masih bertahan di sejumlah motor retro hingga sekarang.

Salah satu keunggulan sistem pendingin udara adalah kesederhanaannya.

Karena tidak menggunakan komponen seperti radiator, kipas, atau pompa cairan pendingin, mesin jenis ini lebih mudah dalam hal perawatan dan reparasi.

Selain itu, biaya produksinya pun lebih murah dan risiko kebocoran sistem pendingin sangat kecil.

Namun, sistem ini bukannya tanpa kelemahan.

Baca Juga: Lisa Mariana Siap Jalani Operasi Bariatrik, Langkah Baru Menuju Tubuh Ideal di Tengah Sorotan Skandal

Mesin berpendingin udara kurang cocok digunakan di lalu lintas padat atau saat motor sering berhenti, karena udara yang dibutuhkan untuk pendinginan hanya bekerja optimal saat motor dalam kecepatan tertentu.

Di kondisi jalanan macet, suhu mesin bisa naik drastis jika terlalu lama diam tanpa angin yang mengalir.

Model-model Royal Enfield lainnya yang juga menggunakan sistem pendingin udara antara lain Classic 350, Meteor 350, Hunter 350, serta Himalayan 411.

Baca Juga: Farhat Abbas Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Skandal RK dan Lisa Mariana, Ini Kronologinya

Bahkan model Interceptor 650 dan Continental GT yang lebih bertenaga pun masih mempertahankan sistem pendingin udara dengan tambahan oil cooler untuk menjaga suhu pelumas tetap stabil.

Ini menunjukkan bahwa Royal Enfield sangat konsisten dengan karakter mesinnya yang old-school, namun tetap bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman. (gar/kid)

Editor : Nur Wachid
#motor klasik #ridwan kamil #kpk #fakta #Royal Enfield Classic 500