GARUT, Jawa Pos Radar Lawu – Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan dokter kandungan Garut, Muhammad Syafril Firdaus alias Dokter Sy kini menyeret perhatian publik hingga ke ranah pribadi.
Sosok mantan istri Dokter Sy pun ikut disorot setelah diketahui lebih dulu mencurigai perilaku sang suami sebelum kasus viral.
Lewat cuitan akun Twitter @thiana*** yang viral pada 13 Februari 2025, sang mantan istri menyatakan dirinya tidak lagi memiliki keterkaitan dengan pelaku.
Ia bahkan meminta masyarakat untuk tidak lagi menghubunginya terkait tindakan mantan suaminya tersebut.
"Silakan hubungi langsung yang bersangkutan (Dokter Sy), dan mohon jangan lagi menghubungi saya. Sudah sangat banyak aduan yang sampai saat ini masih saya terima,” tulisnya.
Sudah Curiga Sejak Lama, Pilih Cerai
Menurut cuitan tersebut, sang mantan istri sudah mulai curiga sejak awal 2024 terhadap perilaku tak biasa dari suaminya.
Setelah menerima beberapa laporan dari pasien dan merasakan kejanggalan secara pribadi, ia memutuskan mengakhiri rumah tangga mereka.
“Saya memutuskan bercerai karena sudah ada tanda-tanda yang tidak bisa saya toleransi,” ungkapnya.
Ia juga mengaku telah menerima banyak aduan dari perempuan lain yang mengaku menjadi korban kelakuan tak pantas sang dokter.
Meski sudah tidak lagi menjadi istrinya, ia tetap mendapatkan pesan-pesan yang menceritakan dugaan pelecehan.
Masyarakat Diminta Hentikan Perundungan ke Mantan Istri
Seiring viralnya kasus ini, sebagian netizen justru melampiaskan kemarahan mereka kepada mantan istri Dokter Sy.
Padahal, ia sudah tidak lagi tinggal bersama dan tidak terlibat dalam praktik sang dokter sejak lama.
Beberapa pengguna media sosial pun meminta publik berhenti menyalahkan mantan istrinya dan mengalihkan fokus pada pelaku yang seharusnya bertanggung jawab atas perbuatannya.
Dokter Syafril Diduga Lecehkan Dua Pasien
Seperti diketahui, Dokter Muhammad Syafril Firdaus kini resmi ditahan oleh Polres Garut setelah dua pasien melaporkan dugaan pelecehan saat menjalani pemeriksaan USG.
Aksi bejat dokter spesialis kandungan ini bahkan terekam dalam CCTV dan menyebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat tangan pelaku menyentuh bagian tubuh pasien dengan dalih pemeriksaan medis.
Kementerian Kesehatan telah menangguhkan izin praktik Syafril, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak pencabutan izin secara permanen serta pencabutan gelar kedokterannya. (kid)
Editor : Nur Wachid