Jawa Pos Radar Lawu - Motor klasik kembali jadi sorotan publik. Setelah sebelumnya Royal Enfield Classic 500 milik Ridwan Kamil ramai diperbincangkan disita KPK dalam kasus korupsi Bank BJB.
Kini, giliran Triumph Bonneville T120 yang menjadi pusat perhatian.
Motor bermesin besar bergaya klasik itu terlihat di atas mobil towing, menjadi salah satu barang sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam pengungkapan dugaan suap kasus CPO (ekspor crude palm oil).
Baca Juga: Cerita Misteri Vila Angker Gunung Lawu Part 1, Hari Pertama Diangkat Pembantu
Motor Triumph Bonneville T120 yang disita berwarna putih, dengan desain retro khas motor Inggris era 60-an. Penampakannya yang mencolok langsung viral di media sosial.
Banyak yang penasaran, berapa harga moge klasik itu dan apa bedanya dengan Royal Enfield Classic 500 yang sempat dikaitkan dengan mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Mengutip situs oto.com, Triumph Bonneville T120 dibekali mesin 1.200 cc dua silinder SOHC berpendingin cairan.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 79 hp pada 6.550 rpm dan torsi puncak 105 Nm pada 3.500 rpm.
Baca Juga: Jejak Cerita Misteri Youtuber di Gunung Lawu Part 16, Hilang Nyawa saat Berburu Konten
Tersedia dengan transmisi 6-percepatan, motor ini juga dibekali sistem pengereman cakram ganda dengan ABS, suspensi depan teleskopik 41 mm, dan tangki berkapasitas 14,5 liter.
Secara keseluruhan, bobot motor ini mencapai 236 kg.
Untuk harga, Triumph Bonneville T120 berada di kisaran Rp 545 juta on the road Jakarta.
Baca Juga: MG Cyber X: Mobil SUV Boxy Bawa Platform E3 Modular, Gayanya Mirip Land Rover Defender
Bandingkan dengan Royal Enfield Classic 500, yang hanya bermesin 499 cc satu silinder dengan tenaga 27,2 hp dan torsi 41,3 Nm, serta harga sekitar Rp 120 juta-an.
Secara performa dan teknologi, Triumph T120 jelas berada satu level di atas.
Keduanya sama-sama mengusung gaya retro, namun segmen pasarnya berbeda.
Baca Juga: Tip Lengkap Frugal Living: Cara Hemat Tanpa Mengorbankan Kualitas Hidup
Triumph Bonneville T120 lebih menyasar kalangan atas yang mengutamakan performa tinggi, teknologi modern, dan gaya hidup premium.
Sementara Royal Enfield Classic 500 lebih merakyat, dengan karakter klasik yang kuat namun minim fitur canggih.
Fenomena ini menunjukkan bahwa motor klasik kini bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi simbol status dan gaya hidup.
Sayangnya, dalam konteks beberapa kasus yang mencuat, motor klasik seperti Royal Enfield Classic 500 dan Triumph Bonneville T120 justru terseret jadi barang bukti dugaan korupsi. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid