Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengapa Ladang Ganja di Bromo Baru Viral? padahal Ditemukan sejak 2024, Ini Faktanya

Nur Wachid • Kamis, 20 Maret 2025 | 05:37 WIB

 

Temuan ladang ganja di Bromo dan Semeru pada 2024 lalu.
Temuan ladang ganja di Bromo dan Semeru pada 2024 lalu.

Jawa Pos Radar Lawu - Publik dikejutkan dengan penemuan ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Namun, ternyata ladang ganja ini sudah ditemukan sejak September 2024 dalam sebuah operasi gabungan antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kepolisian RI.

Kepala Bidang Wilayah II TNBTS, Decky Hendra, menjelaskan bahwa total ada 59 titik ladang ganja dengan luas mencapai 1 hektare.

Setiap titik memiliki ukuran bervariasi antara 4 hingga 16 meter persegi.

Penemuan ini berawal dari penyelidikan kasus narkotika oleh Polres Lumajang, yang kemudian menggandeng Balai Besar TNBTS untuk melacak lokasi-lokasi ladang ganja menggunakan drone.

"Titik ladang ganja tersebut ditemukan dengan bantuan drone karena tersembunyi di antara semak belukar yang lebat," ujar Decky, Selasa (18/3/2025).

Mengapa Baru Viral?

Meski ditemukan pada September 2024, kasus ini baru viral.

Setelah media sosial ramai membahas larangan penggunaan drone di kawasan wisata Bromo.

Banyak netizen yang berspekulasi bahwa larangan tersebut berkaitan dengan upaya menyembunyikan keberadaan ladang ganja.

Baca Juga: Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? Kemenag Gelar Sidang Isbat 29 Maret, Tak Ada Rukyatul Hilal di Bali

Namun, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membantah rumor tersebut.

"Ladang ganja ini bukan hasil temuan pihak Taman Nasional sendiri, tetapi merupakan hasil investigasi bersama Kepolisian RI," tegas Raja Juli.

Pihaknya menegaskan bahwa ladang ganja ditemukan dalam area Blok Pusung Duwur, Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Seduro dan Gucialit, yang jauh dari jalur wisata Gunung Bromo maupun jalur pendakian Gunung Semeru.

Ladang Ganja Berada di Lokasi Terpencil

Menurut Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, ladang ganja tersebut tersembunyi di area dengan kemiringan curam dan vegetasi yang rapat, seperti kirinyu, genggeng, dan anakan akasia.

Hal ini membuatnya sulit diakses tanpa bantuan teknologi drone dan pemetaan udara.

Selain itu, jarak ladang ganja dengan jalur wisata Bromo mencapai 11 kilometer, sedangkan dengan jalur pendakian Gunung Semeru sekitar 13 kilometer.

"Lokasi ladang ganja tidak berada di jalur wisata atau pendakian Gunung Bromo dan Semeru, tetapi di sisi timur kawasan TNBTS," ujar Rudijanta.

Dengan fakta ini, pihak TNBTS memastikan tidak ada dampak langsung terhadap aktivitas wisatawan di Gunung Bromo maupun Gunung Semeru. (kid)

Editor : Nur Wachid
#semeru #tengger #bromo #ladang ganja #update #tnbts #viral #fakta