Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah melalui Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer, menyatakan komitmennya untuk membantu 10.669 karyawan PT Sritex yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Upaya ini dilakukan mencakup pencarian pekerjaan baru tanpa batasan usia.
Wamenaker yang akrab disapa Noel, menegaskan bahwa pencarian pekerjaan bagi karyawan terdampak akan dilakukan di wilayah sekitar pabrik, termasuk Sukoharjo.
“Yang penting mereka mau bekerja dan tidak dibatasi oleh umur,” ujar Noel.
Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat, pemerintah akan mempermudah proses pencarian pekerjaan.
Disnaker sudah memiliki data lengkap karyawan yang terkena PHK sehingga mereka tidak perlu mendaftar ulang.
Tak hanya itu, Noel juga menekankan pentingnya menyederhanakan prosedur bagi para pekerja yang terdampak.
“Enggak perlu daftar lagi. Jangan dipersulit. Hidup sudah susah, jangan dipersulit lagi. Kasihan kawan-kawan buruh,” tegasnya.
Bagi karyawan yang ingin tetap berkarier di sektor tekstil, pemerintah akan mengarahkan mereka ke industri terkait yang membutuhkan tenaga kerja.
Sementara itu, bagi yang ingin mencoba bidang lain, disediakan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kalau mereka mau mengubah keterampilannya, ya kita arahkan ke BLK,” jelas Noel.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan karyawan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.
Langkah pemerintah ini menunjukkan perhatian serius terhadap nasib para karyawan PT Sritex yang terdampak PHK.
Dengan koordinasi yang baik antara Disnaker, BLK, dan industri lokal, diharapkan ribuan karyawan tersebut dapat segera menemukan pekerjaan baru yang sesuai dengan keterampilan dan minat mereka. (okta)
Editor : Riana M.