Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Antrean Panjang di SPBU Shell hingga Stok Langka Usai Kasus Korupsi Oplosan Pertamax, Pengamat: Rakyat Hilang Kepercayaan

Oktaviani Sindy • Jumat, 28 Februari 2025 | 19:58 WIB
Antrean panjang di SPBU Shell viral, pengamat sebut rakyat kehilangan kepercayaan pada Pertamina akibat kasus korupsi Pertamax.
Antrean panjang di SPBU Shell viral, pengamat sebut rakyat kehilangan kepercayaan pada Pertamina akibat kasus korupsi Pertamax.

Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah video yang menunjukkan antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Shell viral di media sosial.

Fenomena ini muncul setelah kasus korupsi Pertamax di Pertamina ramai diperbincangkan, memicu masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap perusahaan energi pelat merah tersebut.

Dalam unggahan Instagram @mood.jakarta pada Rabu (26/2/2025), terlihat antrean mobil di SPBU Shell mengular hingga ke jalan.

Tak hanya itu, ada video lain menunjukkan pengendara motor merekam kedatangan truk tangki Shell sambil mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar.

Pengamat transportasi dan hukum, Budiyanto, menyebut antrean panjang di SPBU Shell sebagai bentuk nyata hilangnya kepercayaan rakyat kepada Pertamina.

Dimana, ia menilai bahwa dampak dari kasus korupsi Pertamax ini tidak hanya soal hukum, tetapi juga kepercayaan publik terhadap kualitas dan pengelolaan perusahaan.

“Kepercayaan hilang, konsumen akan berpaling ke BBM yang dipasarkan oleh swasta, seperti Shell, BP, Vivo, dan sebagainya,” ujar Budiyanto, Kamis (27/2)

Budiyanto juga menambahkan bahwa lemahnya pengawasan internal di Pertamina menjadi penyebab utama terjadinya kasus ini.

“Di Pertamina pasti ada bagian pengawasan dan pimpinan dari level top manajer sampai level bawah. Kenapa sampai terjadi perbuatan melawan hukum yang cukup lama?” imbuhnya.

Di sisi lain, pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menyatakan bahwa peralihan konsumen ke SPBU swasta seperti Shell kemungkinan bersifat sementara.

“Kalau lihat tipologi atau karakteristik konsumen itu cukup sensitif terhadap harga. Terlepas dari kasus (Pertamina), kualitas sejauh ini belum menjadi prioritas,” jelas Komaidi pada Kamis (27/2/2025).

Meski begitu, Komaidi mengakui bahwa rasa kecewa konsumen terhadap Pertamina saat ini sulit dibendung.

“Tapi, kita kan tidak bisa membendung kekecewaan konsumen. Saya kira waktu yang akan menjawab,” pungkasnya.

Fenomena antrean panjang di SPBU Shell mencerminkan adanya krisis kepercayaan yang serius terhadap Pertamina. (okta)

Editor : Riana M.
#oplosan pertamax #shell #bbm #kasus korupsi