TANGSEL, Jawa Pos Radar Lawu – Mie Gacoan kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Tahun ini, restoran tersebut viral karena isu penggunaan minyak babi.
Sebelumnya, pada awal 2024, mereka juga diterpa kontroversi akibat video temuan belatung dalam makanan di salah satu outletnya.
Dugaan penggunaan minyak babi di Mie Gacoan Serpong berawal dari unggahan akun @musafir.cinta339 di TikTok.
Akun itu menarasikan bahwa penyegelan outlet di Tangerang Selatan oleh Satpol PP terkait dengan dugaan tersebut.
Namun, setelah ditelusuri, narasi ini terbukti keliru.
Satpol PP Tangsel melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Suherman menjelaskan bahwa penyegelan outlet bukan karena kandungan minyak babi.
Melainkan masalah administratif, yakni belum keluarnya izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Mie Gacoan Serpong ditutup sementara karena belum memiliki PBG yang sah. Setelah izin turun, mereka bisa mengajukan permohonan buka segel ke Satpol PP," ujar Suherman.
Meski begitu, hoaks mengenai minyak babi telah menyebar luas, menyebabkan kekhawatiran di kalangan pelanggan.
Baca Juga: Viral Minyak Babi Mie Gacoan, di Serpong Disegel Satpol PP Tangsel, Begini Faktanya
Sebelum kasus minyak babi mencuat, Mie Gacoan juga sempat diterpa isu belatung dalam mie.
Pada 17 Januari 2024, sebuah video yang memperlihatkan belatung di dalam makanan viral di media sosial, memicu kecaman dari masyarakat.
Menanggapi hal ini, pihak manajemen Mie Gacoan memberikan klarifikasi melalui akun Instagram @mie.gacoan.
Pihaknya menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan memastikan bahan baku berasal dari supplier bersertifikasi.
Namun, dalam klarifikasi tersebut, Mie Gacoan tidak mengucapkan permintaan maaf, yang kemudian memicu reaksi negatif dari warganet.
"Minimal minta maaf dulu, kan sudah kejadian," tulis akun @lukmanmax di kolom komentar.
Senada dengan itu, akun @ariel_fauzia juga mengkritik klarifikasi tanpa kata maaf, menyebutnya sebagai pernyataan yang kurang empati.
Meskipun Mie Gacoan sudah memiliki sertifikat halal MUI, kontroversi seputar kualitas makanan dan pelayanan masih sering terjadi.
Selain kasus belatung dan minyak babi, beberapa pelanggan juga mengeluhkan standar kebersihan, waktu pelayanan yang lama, serta sistem antrean yang dinilai kurang efektif.
Pihak Mie Gacoan sendiri terus berupaya membangun kembali kepercayaan pelanggan dengan meningkatkan standar operasional dan memastikan kualitas makanan lebih terjaga.
Namun, dengan dua kasus viral dalam dua tahun terakhir, tak sedikit pelanggan yang masih merasa was-was.
Akankah Mie Gacoan mampu memulihkan citranya? Atau justru akan kembali diterpa kontroversi lain di tahun mendatang? (kid)
Editor : Nur Wachid