JOMBANG, Jawa Pos Radar Lawu – Kasus keracunan massal melanda puluhan siswa SDN Wuluh 1, Kecamatan Kesamben, Jombang.
Sebanyak 45 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing usai mengonsumsi jajanan yang dijual pedagang di luar lingkungan sekolah.
Hingga Kamis (20/2/2025), empat siswa masih menjalani perawatan intensif di Klinik Bima Medika, Puskesmas Sumobito, dan Puskesmas Kesamben.
Kronologi Keracunan Massal di SD Jombang
Selasa (18/2) pagi
Para siswa membeli dan mengonsumsi crab stick dan stick tofu dari pedagang yang berjualan di luar lingkungan sekolah.
Selasa malam
Sejumlah siswa mulai merasakan mual dan pusing, namun masih dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa.
Rabu pagi (19/2)
Keluhan terus bertambah. Awalnya hanya satu siswa kelas 1 yang mengeluh sakit, namun jumlah korban terus meningkat hingga mencapai 45 anak.
"Total ada 45 siswa yang mengalami gejala serupa setelah membeli makanan dari pedagang di luar sekolah," ujar Fredy Saputra, Plt Kepala SDN Wuluh 1.
Rabu siang
Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Blimbing untuk menangani kasus ini.
Sampel makanan telah diambil untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Kamis (20/2)
Sebagian besar siswa sudah pulih, namun empat siswa masih dirawat di klinik dan puskesmas akibat kondisi mereka yang lebih parah.
Sekolah Imbau Siswa Tidak Jajan Sembarangan
Pihak sekolah menegaskan bahwa jajanan yang dikonsumsi siswa bukan berasal dari kantin sekolah, melainkan dari pedagang luar.
"Sebelumnya, pedagang luar sempat dilarang berjualan di dekat sekolah, namun kini semakin banyak yang berjualan di sekitar area sekolah," ungkap Fredy.
Sebagai langkah pencegahan, sekolah akan mengadakan sosialisasi bagi wali murid dan siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan. Puskesmas Blimbing juga akan dilibatkan dalam sosialisasi tersebut.
Sementara itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih ditunggu, dan pihak sekolah belum mengambil tindakan terhadap pedagang yang menjual jajanan tersebut.
Hasil uji lab tersebut untuk mengetahui kandungan dalam crab stick dan stick tofu yang diduga menjadi penyebab keracunan massal puluhan siswa SDN di Jombang. (radarjombang/kid)
Editor : Nur Wachid