Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Soal Tren Kabur Aja Dulu Viral, Nusron Wahid: Kurang Cinta Tanah Air 

Nur Wachid • Selasa, 18 Februari 2025 | 21:20 WIB

 

Nusron Wahid soal semua tanah milik negara.
Nusron Wahid soal semua tanah milik negara.

Jawa Pos Radar Lawu – Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid menanggapi tren Kabur Aja Dulu yang viral dengan #kaburajadulu di media sosial.

Menurut Nusron Wahid, fenomena Kabur Aja Dulu menunjukkan sikap permisif dan kurangnya rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Tagar #KaburAjaDulu belakangan ramai digunakan oleh anak muda yang merasa kondisi ekonomi, politik, dan peluang karier di Indonesia semakin sulit.

Mereka mengajak sesama warga negara untuk pindah dan menetap di luar negeri demi kehidupan yang lebih baik.

Namun, Nusron menilai sikap tersebut kurang menunjukkan jiwa patriotisme.

"Kalau ada (tagar) Kabur Aja Dulu, itu kan dia ini warga negara Indonesia apa tidak? Kalau kita ini patriotik sejati, kalau memang ada masalah kita selesaikan bersama," kata Nusron usai konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/2/2025).

Nusron Wahid: Kabur Aja Dulu Bukan Solusi

Menurut Nusron, meninggalkan Indonesia bukanlah solusi atas permasalahan yang ada.

Sebaliknya, masyarakat seharusnya bersama-sama mencari jalan keluar atas berbagai tantangan yang dihadapi negara.

"Kalau kemudian hopeless gitu seakan-akan kabur aja dulu, itu menandakan, ya mohon maaf kurang cinta terhadap tanah air," ujar Nusron.

Ia menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka terhadap masukan dan kritik masyarakat. Jika ada kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat, Nusron mengajak generasi muda untuk berdialog dengan pemerintah, bukan memilih pergi dari Indonesia.

"Kalau ada masalah ayo kita selesaikan. Masyarakat dan pemerintah siap berdialog," tambahnya.

Peringatan agar Tidak Jadi Pekerja Ilegal

Senada dengan Nusron, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi juga menanggapi tren ini.

Ia menilai merantau ke luar negeri bukanlah hal yang salah, tetapi tetap harus memiliki kemampuan yang baik dan mengikuti prosedur resmi.

"Kalau enggak punya skill, nanti tidak bisa punya pekerjaan baik di luar negeri. Yang kedua, harus taat prosedur, supaya tidak jadi pendatang haram. Kalau orang mau merantau, enggak boleh dilarang," kata Hasan.

Hasan menegaskan bahwa bekerja di luar negeri bisa menjadi pilihan yang baik jika dilakukan dengan cara yang legal dan didukung dengan keahlian yang mumpuni.

Tren #KaburAjaDulu Masih Berlanjut Viral 

Sementara itu, tagar #KaburAjaDulu masih menjadi topik hangat di media sosial.

Banyak anak muda yang merasa peluang kerja dan kualitas hidup di Indonesia semakin sulit, sehingga pindah ke luar negeri dianggap sebagai jalan keluar terbaik.

Namun, pernyataan Nusron Wahid ini kembali memicu perdebatan. Sebagian pihak menilai bahwa nasionalisme tidak diukur dari keputusan untuk tinggal di Indonesia, sementara yang lain sepakat bahwa anak muda harus turut serta membangun negara daripada memilih untuk Kabur Aja Dulu. (antara/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#Kabur aja dulu #nusron wahid #viral #tren