Jawa Pos Radar Lawu - Sebelumnya, terkait dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK Avicena Tenjo Bogor memberikan tanggapan terkait dengan kerugian yang dialami oleh sekolah.
Namun pada kenyataannya, SMK Avicena Tenjo Bogor mendapatkan bantuan dana BOS 1 Miliar setiap tahunnya.
Berikut adalah data temuan penerimaan dana bantuan BOS dari Pemerintah untuk SMK Avicena Tenjo Bogor berdasarkan unggahan @nenden_ayuuuu.
| Nama Sekolah | Tahun | Unit Cos Bos Per Siswa | Jumlah Siswa | Dana BOS yang DIterima |
| SMKS Avicena | 2020 | 1.600.000 | 825 | 1.320.000.000 |
| SMKS Avicena | 2021 | 1.900.000 | 796 | 1.512.400.000 |
| SMKS Avicena | 2023 | 1.900.000 | 738 | 1.405.200.000 |
| SMKS Avicena | 2024 | 1.900.000 | 592 | 1.122.900.000 |
| SMKS Avicena | 2025 | 1.900.000 | 464 | 881.600.000 |
| Total | 7.654.600.000 | |||
Dari data tersebut, pada tahun 2020 sampai dengan 2021, SMK Avicena mendapatkan bantuan dana BOS sebesar 2,8 M.
Pada tahun tersebut, seluruh sekolah di Indonesia beroperasi melalui daring atau sekolah secara online karena wabah Covid-19.
Dengan adanya daring tersebut, seharusnya sekolah tidak mengalami kerugian sehingga dana BOS dapat disimpan dan digunakan dengan tepat sasaran.
Sehingga dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) seharusnya juga tersalurkan dengan baik mengingat dana bantuan BOS yang di dapatkan bisa dimimalisir karena sekolah tidak beroperasi.
Namun dana Program Indonesia Pintar (PIP) tersebut nampaknya tidak tersalurkan sebagaimana semestinya, hal ini dibuktikan dengan adanya temuan 300an lebih buku rekening BNI yang ditahan pihak sekolah.
Buku-buku rekening tersebut merupakan buku rekening BNI yang digunakan untuk mencairkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sejak tahun 2017 hingga tahun 2022 di SMK Avicena yang ditahan oleh pihak sekolah. (*)
Editor : Riana M.