Jawa Pos Radar Lawu - Lama Rami Abdel Mahsei Abuishah, seorang hafizah asal Palestina, tidak hanya menghadapi tantangan dalam menghafal Alquran.
Dia juga berjuang hidup di tengah konflik perang tak berkesudahan.
Sebagai peserta MTQ Internasional 2025, Lama membagikan kisah inspiratifnya.
Baginya Alquran menjadi kekuatan yang membimbingnya melalui masa-masa sulit di Palestina.
‘’Segala kebutuhan kami diatur dengan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga jadwal kegiatan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami,’’ ujar Lama dilansir dari Jawa Pos.
Dia menghaturkan terima kasih atas keramahan masyarakat Indonesia di ajang MTQ internasional ini.
Bagi Lama, perjalanan ini bukan hanya kompetisi.
Tetapi juga simbol solidaritas global yang menguatkan semangat generasi muda Muslim di Palestina.
Sejak kecil, Lama mulai menghafal Alquran di Zeid bin Tabak Center, yang terletak di pelataran Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.
Di tengah tantangan hidup di wilayah yang terus dilanda konflik, pusat pendidikan ini memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan.
Keberhasilan dalam menghafal Alquran, menurutnya, tak lepas dari doa dan dukungan keluarga serta komunitas Muslim di Palestina.
‘’Keluarga dan guru-guru saya adalah pilar utama yang memotivasi saya, selain tentunya keikhlasan karena Allah,’’ kata Lama.
Perjuangan Lama tidak berhenti hanya di hafalan Alquran.
Di tengah situasi yang tidak menentu, dengan pendudukan yang terkadang membatasi akses mereka ke Masjid Al-Aqsa, Lama dan banyak hafiz lainnya harus terus berjuang menjaga semangat.
‘’Terkadang pendudukan membuat kami tidak dapat memasuki Masjid Al-Aqsa. Meski demikian, Alquran tetap menjadi sumber harapan dan kekuatan bagi kami,’’ tegasnya.
Momen bersejarah bagi Lama adalah bisa mewakili Palestina di MTQ Internasional 2025.
Di mana peserta dari berbagai belahan dunia berkumpul.
‘’Ini salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Saya bangga membawa identitas bangsa kami di sini,’’ tuturnya.
Bagi dia, ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sebuah simbol solidaritas dunia yang mendukung umat Muslim, terutama di tanah yang dilanda konflik.
Meskipun Palestina hidup dalam kesulitan, Lama percaya, Alquran tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup.
Ia berharap bahwa perjuangan dan tekadnya bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda Palestina, untuk tetap tegar menghadapi tantangan hidup. (fin)
Editor : Mizan Ahsani