Jawa Pos Radar Lawu - Pada bulan depan, dunia sastra Indonesia akan merayakan momen bersejarah: seabad Pramoedya Ananta Toer.
Sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah, yang lahir pada 6 Februari 1925 itu telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia sastra, budaya, dan pemikiran bangsa.
Menjelang usia yang ke-100 tahun, mari kita tengok kembali sisi lain dari Pramoedya Ananta Toer.
Pada ulang tahunnya yang ke-81 tahun 2006 silam, Pramoedya mengungkapkan beberapa kebiasaan yang membantunya menjaga kesehatan dan semangat hidup.
Pramoedya, yang sudah merokok sejak usia 15 tahun, menegaskan bahwa merokok bukanlah satu-satunya rahasia panjang umur.
Ia berbagi panduan sederhana namun efektif untuk menjaga keseimbangan tubuh: latihan pernafasan setiap menjelang tidur.
“Saya tarik nafas sampai penuh dan hembuskan pelan-pelan,” ungkapnya dikutip dari Antara.
Selain latihan pernafasan, Pramoedya selalu menekankan pentingnya tersenyum dalam menjalani hidup.
‘’Tersenyum itu membuat banyak otot kita yang lelah menjadi rileks. Banyak syaraf kita juga mengendur,” ujarnya.
Kebiasaan yang sering dianggap sepele ini, menurutnya, ternyata memiliki dampak luar biasa untuk meredakan stres dan menjaga kesehatan mental.
Tersenyum bukan sekadar ekspresi wajah, tetapi merupakan bagian dari cara kita untuk tetap positif dan menjaga keseimbangan emosional.
Di usia senjanya, Pramoedya juga menghadapi kenyataan yang tak bisa dihindari: ingatan yang melemah.
Walaupun ia sudah tidak menulis lagi karena masalah ingatan, ia tetap bisa melihat sisi positif dari kondisinya.
‘’Pikun bisa jadi alasan kalau ada yang nagih utang,’’ selorohnya
Humor dan optimisme tetap menjadi bagian dari kesehariannya yang menunjukkan semangat hidupnya tetap tak tergoyahkan.
Pramoedya juga mengungkapkan bahwa bertani juga menjadi salah satu sumber semangat hidupnya.
Ia percaya bahwa bertani memberi kita kesempatan untuk terhubung dengan alam dan menjaga kesehatan tubuh.
‘’Bertani membuat kita menangkap klorofil dari daun, sehingga menyehatkan tubuh,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya melakukan kegiatan produktif yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan, serta menghargai pekerjaan petani yang selama ini sering terabaikan.
“Bertani dan berinovasi adalah jalan untuk menghargai hidup,” pesannya.
Sebagai seorang sastrawan yang telah melahirkan karya-karya monumental, ia tidak hanya meninggalkan warisan sastra, tetapi juga pesan hidup yang tak ternilai bagi bangsa ini.
Pramoedya menyuarakan semangat untuk terus hidup dengan penuh makna, meskipun banyak rintangan yang dihadapi.
Warisan itu kini menjadi milik kita semua untuk diteruskan.
Semangat hidup Pramoedya tetap menginspirasi generasi muda. (fin)
Editor : Mizan Ahsani