Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gebrakan Baru Donald Trump, Ancam Tarif Tinggi untuk Uni Eropa, Ekonomi Global Terancam hingga Dampaknya ke Indonesia

Oktaviani Sindy • Senin, 27 Januari 2025 | 01:08 WIB
Donald Trump ancam tarif tinggi Uni Eropa, peluang baru bagi RI di tengah ketegangan global.
Donald Trump ancam tarif tinggi Uni Eropa, peluang baru bagi RI di tengah ketegangan global.

Jawa Pos Radar Lawu - Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat ke-47, mengumumkan rencana mengejutkan untuk mengenakan tarif tinggi pada barang impor dari Uni Eropa.

Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua kawasan, yang dinilai Donald Trump merugikan AS.

Pidato Trump dalam forum ekonomi global di Davos, Swiss, menyulut perhatian dunia. Dengan nada tegas, ia menyebut Uni Eropa memiliki surplus perdagangan yang signifikan terhadap AS.

“Uni Eropa sangat, sangat buruk bagi kita. Jadi mereka akan menerapkan tarif.

Itulah satu-satunya cara Anda akan mendapatkan keadilan,” ujar Trump dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters.

Meski tidak merinci kapan tarif ini mulai berlaku atau berapa besarannya, Trump menegaskan bahwa langkah tersebut akan menjadi kebijakan strategis untuk melindungi ekonomi AS.

Pernyataan ini memicu respons langsung dari Komisi Eropa.

Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen menekankan bahwa Eropa siap untuk berunding.

“Kami akan bersikap pragmatis, tetapi kami akan selalu berpegang pada prinsip kami untuk melindungi kepentingan kami dan menjunjung tinggi nilai-nilai kami,” ucapnya.

Efek Domino Tarif Baru

Langkah proteksionisme seperti ini bukan hal baru bagi Donald Trump. Sebelumnya, ia telah memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang impor dari Tiongkok.

Kebijakan tersebut menciptakan ketegangan global, merombak rantai pasok, dan meningkatkan harga barang di AS.

Kini, ancaman tarif tinggi terhadap Uni Eropa berpotensi memicu perang dagang serupa, dengan risiko nyata terhadap perekonomian dunia.

Wakil Presiden Ekonomi Uni Eropa, Valdis Dombrovskis, bahkan memperingatkan bahwa fragmentasi ekonomi global dapat menyebabkan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia hingga 7 persen.

“Penting untuk mempertahankan hubungan perdagangan dan investasi ini karena fragmentasi ekonomi global akan merugikan semua pihak,” tegasnya.

Namun, Trump tetap tegas bergeming, dimana ia berdalih kebijakan ini juga bertujuan menghentikan perdagangan fentanyl dan bahan kimia berbahaya yang mengakibatkan ribuan kematian akibat overdosis setiap tahun di AS.

Dampak bagi Indonesia

Di tengah ketegangan global ini, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti, melihat potensi keuntungan bagi Indonesia.

Dengan skenario proteksionisme Donald Trump, Indonesia bisa meningkatkan PDB sebesar 0,002 persen, impor hingga 0,145 persen, dan investasi sebesar 0,04 persen.

“Amerika Serikat tetap menjadi sahabat lama bagi Indonesia. Kebijakan ini membuka peluang untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan posisi Indonesia di tengah dinamika global,” ujar Dyah Roro Esti.

Indonesia, yang selama ini bersikap netral dalam perang dagang antara AS dan Tiongkok, berharap dapat mempertahankan hubungan erat dengan AS, siapa pun presidennya.

Rencana tarif tinggi oleh Donald Trump memunculkan banyak spekulasi, dari risiko perang dagang hingga peluang strategis bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Dengan ekonomi global yang terus berkembang, keputusan Donald Trump akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan perdagangan internasional ke depan. (okta)

Editor : Riana M.
#tarif impor #presiden amerika serikat #ekonomi global #donald trump #perdagangan internasional #uni eropa (ue)