Jawa Pos Radar Lawu - Upaya hilirisasi industri tambang nasional kembali menunjukkan hasil nyata. Untuk pertama kalinya, produk feronikel hasil pengolahan PT Karunia Permai Sentosa di Pulau Obi, Maluku Utara, resmi diekspor ke pasar internasional.
Pengiriman perdana ini difasilitasi oleh Bea Cukai Ternate, menandai langkah maju dalam pengembangan industri dalam negeri yang bertepatan dengan 100 hari kinerja Prabowo-Gibran.
Dimana, proses pengiriman dilakukan melalui pelabuhan milik PT Karunia Permai Sentosa pada pekan lalu.
Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Jaka Riyadi, menyebutkan, ekspor perdana ini mencakup satu bulk feronikel dengan berat total mencapai 9.975,238 metrik ton.
Dengan nilai devisa yang dihasilkan diperkirakan mencapai USD12 juta.
“Bea Cukai Ternate sangat mendukung kebijakan nasional (hilirisasi) untuk mendapatkan nilai tambah yang optimal untuk perekonomian dalam negeri.
Kami akan terus memberikan pendampingan dan fasilitas guna mendukung industri dalam negeri dan memastikan kelancaran proses ekspor ini,” ujar Jaka, pada awak media Selasa, (21/1/2025).
Keunggulan Kawasan Berikat
PT Karunia Permai Sentosa merupakan salah satu perusahaan yang memperoleh fasilitas Kawasan Berikat dari Bea Cukai.
Dengan fasilitas ini, perusahaan akan mendapatkan sejumlah insentif, seperti penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, dan pembebasan pajak dalam rangka impor (PDRI).
Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih efisien dalam mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi, sesuai dengan semangat hilirisasi.
Tak hanya itu, fasilitas ini juga berdampak positif terhadap daya saing produk dalam negeri di pasar global.
Jaka Riyadi menjelaskan bahwa Bea Cukai Ternate terus mendampingi perusahaan-perusahaan serupa untuk memastikan proses produksi dan ekspor berjalan lancar.
Hilirisasi Dorong Ekonomi Lokal
Ekspor feronikel dari Pulau Obi, Maluku, menjadi bukti nyata manfaat kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.
Dengan menambahkan nilai olahan pada produk tambang, potensi ekonomi yang dihasilkan tidak hanya berpusat pada eksploitasi sumber daya alam.
Tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang lebih besar untuk perekonomian dalam negeri.
Dengan keberhasilan ekspor perdana ini, Pulau Obi menjadi salah satu bukti nyata kontribusi Maluku Utara dalam pengembangan industri hilir nasional. (okta)
Editor : Riana M.