Jawa Pos Radar Lawu - Happy Salma boleh dibilang penggemar berat Pramoedya Ananta Toer.
Happy Salma tak hanya mengekspresikannya lewat seni pertunjukan.
Dia juga punya koleksi perhiasan yang terinspirasi dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
Baca Juga: Kenangan Happy Salma Bertemu Pramoedya Ananta Toer, Disebut Tidak Cantik, tapi..
Dikutip dari Antara, Happy Salma Bersama Dewi Sri Luce Rusna mempersembahkan pameran bertajuk “Perempuan Dalam Bumi Manusia”, yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, 2015 silam.
Dalam peluncuran koleksi Tulola Jewelry tersebut, Happy mengungkapkan betapa mendalamnya pengaruh Bumi Manusia dalam hidupnya.
“Saya membaca Bumi Manusia merasa belum tuntas. Novel ini memberi inspirasi yang luar biasa bagi kami,” ujar Happy.
Baca Juga: Seabad Pramoedya Ananta Toer: Ini Alasan Hanung Bramantyo Pilih Mawar de Jongh sebagai Annelies
Tokoh Perempuan dalam Bentuk Perhiasan
Pameran ini menampilkan karya perhiasan yang memadukan keindahan seni dengan karakteristik tokoh-tokoh perempuan dari Bumi Manusia.
Beberapa desain utama di antaranya:
- Magda Pieters, seorang guru Belanda yang nasionalis, digambarkan melalui perhiasan berbentuk pulau-pulau Indonesia seperti kalung dan gelang.
- Nyai Ontosoroh, tokoh kuat dan cerdas, diwujudkan dalam desain kerah seragam kolonial dengan motif yang terinspirasi dari gaun Ratu Wilhelmina, dihiasi bros susun khas Jawa.
- Annelies Mellema, anak Nyai Ontosoroh yang cantik namun rapuh, diwakili oleh perhiasan berbentuk bunga bermekaran yang tipis dan tak simetris, melambangkan keindahan sekaligus kerapuhan.
Dukungan Keluarga Pramoedya
Sebelum meluncurkan koleksi perhiasan tersebut, Happy telah mendapat restu dari keluarga Pramoedya.
“Saya meminta izin kepada Titi Toer, dan beliau mendukung penuh,” ungkapnya.
Pertunjukan Seni dan Perhiasan
Pameran ini juga diramaikan dengan pertunjukan seni bertema perempuan dalam Bumi Manusia, yang menghadirkan tokoh sentral seperti Nyai Ontosoroh, Annelies, dan Magda Pieters.
Pertunjukan ini diperkaya dengan penampilan musik dari Dewi Gita dan Dira Sugandi, menambah kesan mendalam bagi para pengunjung.
Melalui koleksi ini, Happy tidak hanya merayakan keindahan sastra, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa karya Pramoedya akan terus hidup, menginspirasi generasi demi generasi.
“Perempuan Dalam Bumi Manusia” adalah bukti bahwa sastra tidak hanya dibaca, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk seni yang nyata. (fin)
Editor : Andi Chorniawan