Jawa Pos Radar Lawu - Menjelang Seabad Pramoedya Ananta Toer, film Bumi Manusia (2019) garapan Hanung Bramantyo patut ditonton kembali.
Film ini mengisahkan Minke, pribumi yang belajar di HBS, yang terinspirasi oleh Tirto Adhi Soerjo, bapak pers Indonesia, kelahiran Blora 1880 dan masih keturunan raja-raja Jawa.
Bumi Manusia adalah bagian pertama dari Tetralogi Buru yang ditulis Pramoedya saat diasingkan di Pulau Buru.
Novel ini menggambarkan perjuangan individu dan kehidupan di bawah kolonialisme.
Dalam film, Iqbaal Ramadhan memerankan Minke dengan karakter yang lebih kompleks dibandingkan perannya di Dilan.
Hanung Bramantyo menyebut adaptasi Bumi Manusia lebih leluasa karena struktur narasi novel yang filmis.
Pramoedya menyiapkan elemen penting seperti inciting incident, memudahkan transisi ke film.
Fokus utama film ini adalah perjalanan cinta Minke dan Annelies, yang berkembang menjadi kisah perjuangan identitas dan perlawanan kolonial.
Film ini juga diperkaya dengan penampilan aktor-aktor seperti Mawar De Jongh sebagai Annelies, Sha Ine Febriyanti sebagai Nyai Ontosoroh.
Mereka menyuguhkan karakter-karakter kuat dalam menghadapi sistem feudal yang menindas.
Dengan visualisasi yang cermat, Bumi Manusia menjadi medium penting mengenang karya monumental Pramoedya Ananta Toer menjelang peringatan seabadnya.
Mengangkat tema perjuangan dan cinta dalam kolonialisme, film ini bukan sekadar adaptasi, tetapi juga refleksi pemikiran Pramoedya yang tetap relevan, mengajak kita merenungkan pentingnya perjuangan keadilan sosial. (fin)
Editor : Mizan Ahsani