Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Seabad Pramoedya Ananta Toer: 8 Kutipan sang Maestro Sastra Ini Cocok untuk Status WhatsApp, Nomor 7 Ngena Banget!

AA Arsyadani • Sabtu, 18 Januari 2025 | 04:13 WIB
Kutipan-kutipan karya Seabad Pramoedya Ananta Toer cocok untuk status WhatsApp.
Kutipan-kutipan karya Seabad Pramoedya Ananta Toer cocok untuk status WhatsApp.

Jawa Pos Radar Lawu - Seabad Pramoedya Ananta Toer sebagai penanda namanya tercatat dalam sejarah sastra dunia dengan lebih dari 50 karya diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Pada 2025 ini, Indonesia memperingati Seabad Pramoedya Ananta Toer demi menghormati kontribusinya dalam dunia sastra.

Bagi para pencinta kata mutiara bisa menjadikan kutipan-kutipannya sebagai status WhatsApp untuk instropeksi dan nasihat bersama di momen Seabad Pramoedya Ananta Toer. 

Karya-karyanya yang tajam mengkritik ketidakadilan sosial dan kolonialisme tak lekang zaman.

Berikut 8 kutipan legendaris Pramoedya yang tersebar di berbagai karya monumentalnya.

1. "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah."

Sumber: Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995)

Kutipan ini menunjukkan pentingnya menulis untuk mencatat sejarah dan meninggalkan jejak yang abadi dalam masyarakat.

2. "Kita ini sudah terlalu lama menganggap remeh diri sendiri, terlalu lama kita tidak percaya bahwa kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain."

Sumber: Bumi Manusia (1980)

Sebuah ajakan untuk tidak meremehkan diri sendiri dan untuk memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi dunia global.

Baca Juga: Seabad Pramoedya Ananta Toer: Ini 5 Alasan Karyanya Tetap Relevan di Era Digital

3. "Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan."

Sumber: Bumi Manusia (1980)

Menekankan bahwa keadilan harus dimulai dari dalam pikiran dan tercermin dalam tindakan nyata.

4. "Laut tetap kaya takkan kurang, cuma hati manusia semakin dangkal dan miskin."

Sumber: Gadis Pantai (1962)

Sebuah refleksi tentang bagaimana manusia seringkali menjadi lebih dangkal dalam perasaan dan pemikiran, meskipun alam tetap kaya

5. "Keberanian itu urusan perut. Orang lapar lebih berani daripada orang kenyang."

Sumber: Arus Balik (1995)

Kutipan ini menunjukkan bagaimana kondisi hidup, terutama kemiskinan, dapat membangkitkan keberanian yang lebih besar dalam diri seseorang.

6. "Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong."

Sumber: Bumi Manusia (1980)

Bagi Pramoedya, cinta bukan sekadar kata-kata manis, tetapi tindakan nyata yang membawa perubahan.

7. "Hidup sungguh sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya."

Sumber: Bumi Manusia (1980)

Pesan ini mengingatkan kita bahwa kehidupan itu sendiri sederhana, yang seringkali membuatnya rumit adalah cara kita menafsirkannya.

8. "Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya."


Sumber: Bumi Manusia (1980)


Kutipan ini menggambarkan fokus Pramoedya terhadap isu kemanusiaan yang jauh lebih penting daripada jabatan atau kekayaan materi.

Kutipan-kutipan tersebut tidak hanya mencerminkan filosofi pribadi Pramoedya, tetapi juga relevansi gagasannya dalam konteks perjuangan dan pencarian keadilan di masyarakat.

Lewat tulisan-tulisan dan pemikirannya, Seabad Pramoedya Ananta Toer mengajak pembaca untuk berpikir lebih kritis tentang dunia, kemanusiaan, dan keadilan sosial. (fin)

Editor : Andi Chorniawan
#kutipan #pramoedya ananta toer #Seabad #Status WhatsApp #arus balik #bumi manusia #gadis pantai