BEKASI, Jawa Pos Radar Lawu – Kematian tragis aktor Mak Lampir, Sandy Permana, menyisakan sejumlah kejanggalan.
Sandy Permana ditemukan tewas bersimbah darah dengan beberapa luka tusukan di tubuhnya, Minggu (12/1/2025) pagi, di pinggir Jalan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Kejadian dugaan kasus pembunuhan terhadap Sandy Permana ini mengundang banyak pertanyaan, terutama terkait motif dan eksekusi kejam yang dilakukan pelaku.
Berikut lima kejanggalan yang ditemukan di balik kasus pembunuhan Sandy Permana
1. Eksekusi di Tempat Terbuka, Sandy Permana Ditemukan di Jalan Cibarusah, Bekasi
Sandy Permana tewas di pinggir jalan raya yang cukup ramai, namun pelaku tetap nekat melancarkan aksinya.
Ketua RT setempat, Sudarmaji, menjelaskan bahwa Sandy Permana baru saja pulang setelah memberi pakan ternak menggunakan sepeda listriknya.
Dalam perjalanan pulang, ia didatangi oleh pelaku yang langsung melakukan penikaman di tempat terbuka.
"Korban dihampiri pelaku di jalan dan langsung ditikam menggunakan senjata tajam," ungkap Sudarmaji. Keberanian pelaku untuk mengeksekusi korban di tempat umum ini menjadi salah satu kejanggalan yang mencuri perhatian.
2. Motif Pembunuhan Sandy Permana Diduga Dendam Pribadi
Sudarmaji mengungkapkan, sehari sebelum kejadian, Sandy Permana dan pelaku sempat terlibat perdebatan panas dalam rapat warga.
Korban bahkan berencana untuk mengajukan somasi kepada pelaku, yang diduga memicu dendam pribadi hingga berujung pada pembunuhan brutal ini.
"Korban dan pelaku saling mengenal. Dalam rapat, sempat ada perdebatan yang membuat korban tidak senang. Diduga itu yang menjadi penyebab utama," tambahnya.
3. Luka Tusukan di Beberapa Bagian Tubuh Sandy Permana
Korban ditemukan dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya, mulai dari pinggang, pipi, kepala, hingga leher.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku sangat agresif dan berniat menghabisi nyawa korban.
"Tiga titik luka tusukan ditemukan, termasuk di leher dan kepala. Luka-luka ini cukup fatal," ujar Sudarmaji.
4. Sandy Permana Sempat Mencari Pertolongan
Meski dalam kondisi kritis, Sandy masih berusaha mencari bantuan dengan mendatangi rumah seorang warga yang berprofesi sebagai perawat.
Namun, kondisinya yang sudah parah membuat nyawanya tak tertolong. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Cileungsi.
5. Pelaku Langsung Melarikan Diri Usai Tikam Sandy Permana
Setelah melakukan penikaman, pelaku langsung melarikan diri. Polsek Cibarusah dan Polres Metro Bekasi mengonfirmasi bahwa mereka telah mengantongi identitas pelaku.
Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran dan mendalami lebih jauh terkait motif di balik pembunuhan ini.
"Identitas pelaku sudah diketahui. Kami sedang melakukan pencarian karena pelaku tidak ada di rumahnya," ungkap petugas kepolisian.
Kasus kematian Sandy Permana menjadi perhatian publik karena kejamnya tindakan pelaku dan sejumlah kejanggalan yang menyelimuti.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari bukti tambahan dan saksi yang dapat mengungkap seluruh fakta di balik kasus pembunuhan Sandy Permana. (kid)
Editor : Nur Wachid