Jawa Pos Radar Lawu - Kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, mengakibatkan 62 orang tewas, dengan sebagian besar korban ditemukan di bagian ekor pesawat.
Insiden ini terjadi pada Minggu (29/12/2024) pukul 09.07 waktu setempat, saat pesawat yang membawa 181 orang keluar dari landasan pacu dan menabrak pagar bandara.
Pesawat naas tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Bangkok dengan 176 penumpang dan 6 awak pesawat.
Dimana, sebagian besar penumpang adalah warga Korea, kecuali dua warga negara Thailand.
Hingga saat ini, tiga orang berhasil diselamatkan, sementara jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.
"Sebanyak 28 orang ditemukan tewas di bagian ekor pesawat," ujar seorang pejabat setempat.
Operasi penyelamatan terus dilakukan, dengan 80 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
Akibat, kecelakaan ini menyebabkan kerusakan parah pada pesawat dan memicu kebakaran hebat yang berhasil dipadamkan dalam waktu 43 menit.
Rekaman dari stasiun TV lokal menunjukkan pesawat mencoba mendarat tanpa roda pendaratan yang berfungsi, tergelincir, dan akhirnya menabrak dinding pagar.
"Kami menduga kegagalan roda pendaratan, kemungkinan akibat tabrakan dengan burung, menjadi penyebab utama kecelakaan," ujar seorang pejabat.
Penyelidikan lebih lanjut telah dimulai untuk menentukan penyebab pastinya.
Tak hanya itu, Penjabat Presiden Choi Sang-mok segera memerintahkan pengerahan segala upaya untuk operasi penyelamatan.
Ia juga dijadwalkan mengunjungi lokasi kecelakaan.
"Kantor kepresidenan akan mengadakan rapat darurat pada pukul 11.30 pagi untuk membahas langkah pemerintah," ujar Kepala Staf Kepresidenan Chung Jin-suk.
Selain itu, Penjabat Kepala Kepolisian Nasional, Komisaris Jenderal Lee Ho-young, juga turut menginstruksikan kerja sama penuh dengan semua pihak terkait untuk mendukung upaya penyelamatan. (okta)
Editor : Riana M.