JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 92 meninggalkan duka mendalam serta sorotan transportasi di Tanah Air.
Tidak hanya karena jumlah korban yang signifikan, tetapi juga karena lokasi tersebut memang dikenal rawan kecelakaan.
Di balik itu, sejarah pembangunan Jalan Tol Cipularang, yang menghubungkan Bandung dan Jakarta, juga memiliki cerita panjang dan menarik.
Jalan Tol Cipularang adalah singkatan dari Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang.
Jalan tol ini menghubungkan Kecamatan Cikampek di Kabupaten Karawang dan Kecamatan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat.
Melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat, jalan tol ini selesai dibangun pada akhir April 2005.
Awal Rencana Pembangunan Tol Cipularang
Proyek pembangunan Tol Cipularang sebenarnya dimulai sejak tahun 1990-an.
Saat itu, pemerintah merencanakan pembuatan jalan tol penghubung antara Jakarta dan Bandung yang awalnya akan bercabang dari Tambun atau Cikarang Barat, kemudian berbelok ke selatan menuju Jonggol, melewati Cianjur (Mande/Ciranjang), dan akhirnya terhubung dengan Tol Padaleunyi di Padalarang.
Proyek ini sempat dikenal dengan nama Plan Tol Cigolarang, singkatan dari Cikarang, Jonggol, Cianjur, dan Padalarang.
Rencana jalur tol Cigolarang tersebut seharusnya memangkas jarak antara Jakarta dan Bandung, menjadikannya lebih singkat dibanding jalur tol yang ada saat ini.
Baca Juga: 4 Fakta Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Berawal dari Truk Terguling
Tahapan Pembangunan Tol Cipularang
Pembangunan Tol Cipularang dibagi dalam dua tahap utama:
- Tahap 1
Cikampek-Sadang yang dibuka pada 1 Agustus 2003 dan Padalarang-Cikamuning yang mulai beroperasi pada 21 September 2003 dengan panjang 17,5 km.
- Tahap 2
Sadang-Cikamuning sepanjang 41 km, yang diresmikan dan mulai beroperasi pada 26 April 2005.
Sejak dibuka, tol ini beberapa kali mengalami kendala. Salah satu yang paling mencolok adalah dua kali amblasnya jalan di ruas tertentu.
Setelah insiden tersebut, truk dan trailer dilarang melintas di jalur ini untuk menjaga keamanan.
Ruas Tol Cipularang Km 92 Rawan Kecelakaan
Sejak awal pengoperasiannya, ruas tol Cipularang, khususnya di kilometer 90 hingga 100, memang dikenal rawan kecelakaan.
Penyebabnya adalah struktur jalan yang menantang. Dari arah Jakarta, pengendara harus melewati tanjakan panjang, sementara arah sebaliknya memiliki turunan yang curam.
Selain itu, di sepanjang 10 kilometer tersebut terdapat penambahan lajur khusus untuk truk dan bus yang bergerak lambat.
Penyesuaian ini dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan, namun faktor cuaca, kondisi jalan, dan kecepatan tinggi kerap menjadi pemicu insiden.
Penanganan dan Upaya Pengamanan Pasca Kecelakaan Tol Cipularang
Setiap kali terjadi kecelakaan, pihak berwenang selalu berupaya melakukan perbaikan dan pengaturan lalu lintas.
Polda Jawa Barat bersama Korlantas Polri kini berusaha memperketat pengawasan di area tersebut, mengingat kejadian terbaru yang melibatkan belasan kendaraan dan mengakibatkan satu korban meninggal serta 22 lainnya luka-luka.
Cerita sejarah panjang dan risiko tinggi diharapkan pengendara dapat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Tol Cipularang Km 90-100, terutama pada cuaca buruk atau saat lalu lintas padat. (kid)
Editor : Nur Wachid