Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Volkswagen di Ujung Ambang Kebangkrutan, Tutup 3 Pabrik dan PHK Puluhan Ribu Karyawan

Oktaviani Sindy • Rabu, 30 Oktober 2024 | 02:49 WIB
Perusahaan otomotif raksasa asal jerman, Volkswagen kini di ambang kebangkrutan hingga tutup 3 pabrik dan juga PHK ribuan karyawan. (Istimewa)
Perusahaan otomotif raksasa asal jerman, Volkswagen kini di ambang kebangkrutan hingga tutup 3 pabrik dan juga PHK ribuan karyawan. (Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Volkswagen, raksasa otomotif asal Jerman, kini tengah menghadapi krisis finansial serius yang mendorongnya untuk mengambil langkah drastis.

Perusahaan ini mengumumkan rencana untuk menutup tiga pabrik besar di Jerman dan memutus hubungan kerja puluhan ribu karyawannya.

Keputusan ini diambil setelah negosiasi panjang dengan serikat pekerja terkait upaya restrukturisasi bisnis untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin besar.

Meski belum mengungkap secara rinci pabrik mana yang akan ditutup, Kepala Dewan Perwakilan Pekerja VW, Daniela Cavallo, menyatakan bahwa Volkswagen menghadapi tekanan dari berbagai arah.

"Langkah ini adalah respons atas tekanan besar yang kami hadapi, termasuk biaya energi dan tenaga kerja yang tinggi, kompetisi ketat dengan produsen Asia, serta permintaan yang menurun di Eropa dan China," ujarnya.

Produktivitas di pabrik-pabrik Volkswagen di Jerman sepanjang tahun lalu tidak memenuhi target, dengan biaya produksi yang bahkan 25-50 persen lebih tinggi dari perkiraan.

Situasi yang menantang ini mendorong Volkswagen untuk memangkas biaya secara besar-besaran, termasuk pemotongan gaji staf sebesar 10 persen dan penghentian kenaikan gaji hingga 2026 demi mempertahankan stabilitas keuangan.

"Situasinya serius," ungkap Gunnar Kilian, anggota dewan sumber daya manusia Volkswagen.

"Tanpa langkah-langkah komprehensif untuk mendapatkan kembali daya saing, kami tidak akan mampu membiayai investasi penting di masa mendatang," tambahnya.

Volkswagen didirikan di Berlin, Jerman, sebagai bagian dari proyek mobil rakyat pada era pemerintahan Nazi.

Meskipun Perang Dunia II membawa dampak besar pada perusahaan ini, Volkswagen berhasil bangkit kembali pascaperang dengan dukungan kuat dari pemerintah Jerman. Keberhasilan ini bahkan membuatnya mendominasi pasar mobil global pada tahun 1949.

Pada puncak kejayaannya, tahun 2015, Volkswagen berhasil menjadi pabrikan mobil terbesar di dunia, melampaui Toyota. Namun, pandemi COVID-19 dan berbagai tantangan lainnya mulai menggoyang posisi VW.

Permintaan pasar Jerman yang melambat, terutama pada mobil listrik, menambah tekanan bagi Volkswagen.

Masalah semakin rumit setelah perusahaan ini kehilangan akses energi murah dari Rusia pasca-invasi ke Ukraina.

Anjloknya permintaan dari China, pasar ekspor utama VW, serta berkurangnya kepercayaan konsumen juga memperburuk situasi.

Sementara penghematan dari penutupan pabrik dan PHK massal dapat menyelamatkan miliaran euro, namun perubahan besar ini akan mengharuskan VW mereorganisasi 10 merek mobil dalam Grup Volkswagen.

Restrukturisasi ini diperlukan untuk mempertahankan produksi di pabrik utama VW di Wolfsburg mulai 2026 dan seterusnya. (okta)

Editor : Riana M.
#tutup #perusahaan #olkswagen #otomotif #phk #krisis finansial #Kebangkrutan #bangkrut #jerman #karyawan