SURABAYA, Jawa Pos Radar Lawu – Dua insiden bunuh diri di Surabaya menggemparkan publik, di mana kedua korban sama-sama meninggalkan pesan terakhir sebelum melompat dari gedung.
Raphael David (RF), mahasiswa Petra Christian University (PCU), tewas setelah melompat dari lantai 12 pada Selasa (1/10/2024), sementara Sharlene Namira Valencia (SNV), mahasiswi Universitas Ciputra (UC), mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 22 gedung kampusnya pada Rabu (18/9/2024).
Netizen pun berspekulasi mengenai keterkaitan antara kedua insiden ini, mengingat kemiripan cara mereka meninggalkan dunia.
Kronologi Bunuh Diri RF dari Lantai 12
RF (23), mahasiswa jurusan Teknik Mesin di PCU, mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 12 gedung kampus pada Selasa pagi.
Dua jam sebelum kejadian, RF sempat mengunggah story Instagram yang memperlihatkan pemandangan dari atas gedung dengan caption singkat "Thankyou."
Unggahan tersebut menjadi pesan terakhir yang ditinggalkannya, menyiratkan perpisahan. Jenazah RF ditemukan oleh petugas kampus pada pukul 10.45 WIB.
Pihak kampus, melalui Humas PCU Ajeng Dyah Puspitasari, menyampaikan belasungkawa dan mengonfirmasi bahwa polisi masih menyelidiki motif di balik aksi bunuh diri tersebut.
Hingga kini, belum ada kejelasan tentang tekanan yang dihadapi RF sebelum insiden ini terjadi.
Insiden Bunuh Diri Sharlene dari Lantai 22 UC
Sebelum tragedi RF, publik Surabaya juga dikejutkan oleh peristiwa serupa yang melibatkan SNV (20), mahasiswi Universitas Ciputra (UC).
SNV ditemukan tewas pada Rabu (18/9/2024) setelah melompat dari lantai 22 gedung kampusnya.
Beberapa saat sebelum kejadian, Sharlene mengirim pesan WhatsApp terakhir kepada sahabatnya, berisi permintaan maaf dan ungkapan kasih sayang kepada keluarga serta teman-temannya.
Rekaman CCTV menunjukkan Sharlene tiba di kampus dengan sepeda motor, menuju lantai 22, meletakkan barang-barangnya, lalu melompat.
Sharlene juga meninggalkan pesan mendalam yang menyiratkan tekanan emosional akibat putus cinta sebelum bunuh diri.
Netizen Bertanya: Apakah Insiden Bunuh Diri Mahasiswa Petra dan Mahasiswi UC Berkaitan?
Kemiripan antara kedua kasus ini, terutama cara korban meninggalkan pesan terakhir sebelum mengakhiri hidup, memunculkan spekulasi di kalangan netizen.
Beberapa warganet bertanya-tanya apakah kedua insiden ini memiliki keterkaitan, mengingat rentang waktu yang berdekatan dan modus bunuh diri yang sama, yakni melompat dari gedung kampus.
Namun, hingga kini, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara keduanya selain kesamaan dalam pola kejadian.
Pihak kepolisian Surabaya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kedua kasus bunuh diri ini.
Dalam kasus SNV, polisi menyebutkan bahwa bukti berupa pesan WhatsApp terakhirnya menunjukkan adanya niat bunuh diri, sedangkan kasus RF masih dalam penyelidikan lebih lanjut terkait motif yang mendasari tindakannya. (kid)
Editor : Nur Wachid