GORONTALO, Jawa Pos Radar Lawu - Video viral guru dan siswa Gorontalo hingga kini masih menjadi sosotan dan perhatian publik.
Kendati oknum guru dalam video tersebut telah ditetapkan tersangka, publik mempertanyakan kondisi murid dalam video tersebut.
Apalagi, belakangan diketahui pihak sekolah mengeluarkan siswa dalam video tersebut pasca kasus mencuat ke publik.
Link maupun video guru dan siswa Gorontalo terus diburu netizen, warganet juga mengaitkan dengan guru Bahasa Indonesia dan Ketua OSIS MAN.
Belakangan netizen juga mengaitkan akun facebook @pasyapratiwitioti, yang disebut netizen sebagai akun milik siswa dan video dengan guru di Gorontalo.
Dalam akun tersebut, sosok yang disebut siswa atau korban dalam video tersebut menyampaikan pengakuan mengejutkan.
Siswa yang diduga korban tersebut menuliskan pengakuan lengkap terkait video dengan guru Gorontalo sebagai berikut.
''Karena banyaknya pertanyaan dari orang-orang. Saya akan coba ceritakan bagaimana bisa terjadi semuanya. Jujur saya sangat sangat sedih, kecewa, tidak tahu harus bagaimana di posisi tersebut,'' tulisnya dikutip Radar Lawu dari akun yang diduga milik siswa atau korban dalam video dengan guru di Gorontalo.
''Semua berawal saat saya masuk di MAN 1 Gorontalo. Saya seorang yatim piatu seperti yang saya sampaikan video video yang beredar dengan seorang tiktoker saat wawancara saya,'' tambahnya.
Baca Juga: Video Full Jefri Nichol Ajak Mandi Bareng Viral Dicari Netizen: Siapa Wanita di Sampingnya?
''Dari awal masuk sekolah saya sudah meyakinkan diri saya untuk berusaha keras mengejar ilmu dan prestasi karena memang untuk hidup sudah tidak ada dari orangtua. Saya sangat ingin untuk mencapai sarjana dengan beasiswa yang saya dapat.''
''Pada satu hari, saya mulai mendapatkan pelecehan verbal. Dengan ucapan ucapan tidak pantas dari Guru (DH). Saat itu saya tidak terlalu menanggapi dengan serius,'' ungkap akun tersebut.
''Namun lama kelamaan mulai menyentuh seperti pundak, merangkul, dan lainnya. Awal saya yang memang belum paham tentang kasih sayang yang sesungguhnya menganggap itu seperti seorang ayah kepada anak juga terkadang memberikan untuk kehidupan,'' ujarnya.
''Tapi semua itu ternyata penilaian saya salah saat saya mulai di peluk, disentuh bagian vital dan lain. Saat itu saya bingung, saya ingin bercerita kepada siapa. Orangtua tidak ada, bercerita kepada teman pun takut dipandang hina. Untuk melapor saya takut karena untuk masuk sekolah saja saya berjuang sendiri dengan susah payah.''
''Dipikiran saya saat itu jika saya lapor saya yang tidak di percayai oleh guru lain dan siapapun karena saya tidak memiliki bukti apapun lalu saya di keluarkan dari sekolah (Seperti yang mempunyai uang dan kuasa yang menang). Jika saya dikeluarkan saya tidak mempunyai harapan dan cita-cita pupus. Walau saya benar sakit hati, kecewa, marah bercampur menjadi satu.''
''Lama kelamaan saya mulai di setubuhi. Awal awal saya sangat menolak. Tapi dengan ancaman dia mengeluarkan dari sekolah saya pun mengikuti.''
''Mengapa saya tidak memiliki pacar. Karena saya takut untuk berpacaran, saya kasihan terhadap laki laki yang menjadi pacar saya jika dia tahu tentang saya. Saya sadar diri bahwa saya benar benar sendirian, serba kurang dan ditambah pelecehan terhadap saya.''
''Saya sangat bersyukur walau saya malu untuk video yang beredar. Saya tidak akan melarang atau menyuruh untuk berhenti menyebarkan karena itu adalah keinginan dan niat kalian masing masing ditanggung sendiri dengan Allah.''
''Karena saya sudah sangat sangat bersyukur kepada Allah tidak menjadi budak seks lagi walau saya mungkin dikucilkan dari orang orang yang tidak tahu benar keadaan saya dan menjadi diri saya. Jika pandangan kalian tentang saya di video itu salah saya sangat memohon maaf.''
''Dan saya mohon jangan kalian nilai hanya dengan 5 menit kalian menilai saya menikmati atau sebagainya. Karena banyak hari sampai bertahun yang saya lewati dengan sengsara. Untuk dosa jariyah saya sudah siap untuk menanggung karena hanya Allah yang tahu bagaimana keadaan saya saat itu.''
''Mohon maaf jika banyak chat pertanyaan yang tidak saya jawab karena jujur saya sedang benar benar hancur. Terimakasih semua untuk semangat yang kalian berikan sehingga saya tetap hidup dan tersenyum walau berat. Untuk yang bertanya Akun Palsu atau Asli terserah kalian saya tidak akan melarang karena penilaian dari masing2 diri kalian.'' tutup akun yang diduga milik siswa dalam video dengan guru tersebut.
Namun, usai unggahan klarifikasi beredar luas di media sosial, pihak terkait menyebut bahwa klarifikasi akun yang diduga milik siswa dalam video dengan guru Gorontalo tersebut adalah hoaks.
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (Kadis PPA) Gorontalo, Yana Yanti Sulaeman, menyatakan bahwa korban sudah tidak memegang handphone, sehingga klairifkasi siswa dalam video dengan guru Gorontalo dari akun yang berebedar tersebut dipastikan hoaks. (kid)
Editor : Nur Wachid