Jawa Pos Radar Lawu - Video 5 menit oknum guru dan siswa masih trending meskipun guru telah ditetapkan tersangka.
Bahkan viral pencarian di media sosial link video 7 menit guru dan siswa di Gorontalo baru-baru ini.
Video 7 menit tersebut merupakan versi full atau utuh, memperlihatkan rekaman situasi kamar kos yang digunakan guru dan siswa tersebut.
Terlihat juga sosok perekam seorang siswi berseragam pramuka tampak sendirian saat meletakkan kamera di tempat tersembunyi.
Kemudian siswi berpakaian pramuka itu menjauh dan sempat menatap kamera sejenak sebelum keluar dari kamar kos.
Tidak berselang lama, oknum guru mengenakan topi jaket kulit bersama siswi berpakaian batik masuk ke kamar kos tersebut.
Oknum guru buru-buru menutup pintu, kemudian melakukan bersama siswi yang tampak juga saling suka.
Video itu dikaitkan dengan nama Pasya Pratiwi Toiti serta Ketua Osis MAN 1 Gorontalo oleh netizen.
Sekolah angkat bicara mengenai video yang melibatkan seorang guru dan siswinya dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Gorontalo.
Usut punya usut siswi berseragam pramuka tersebur merupakan sahabat dari sekolah berbeda.
Pasalnya kamar kos itu dijadikan lokasi langganan oknum guru dan siswi tersebut.
Pihak sekolah telah mengambil keputusan tegas untuk menonaktifkan guru tersebut dari semua kegiatan mengajar.
"Guru yang bersangkutan tidak lagi memiliki jadwal mengajar dan kami telah menghentikan seluruh aktivitasnya di sekolah," jelas Kepala Sekolah saat diwawancarai oleh Gorontalo Post, sebagaimana dilaporkan oleh Radar Lawu.
Terkait siswi yang terlibat, pihak sekolah juga telah mengambil tindakan dengan mengeluarkannya.
Setelah berdiskusi dengan orang tua siswi, keputusan ini diambil akibat pelanggaran terhadap peraturan sekolah.
"Karena adanya pelanggaran tata tertib, kami terpaksa mengambil langkah ini," lanjut Kepala Sekolah.
Meskipun demikian, sekolah berkomitmen untuk membantu siswi tersebut menemukan sekolah baru agar ia dapat tetap melanjutkan pendidikannya.
Beredarnya video 7 menit oknum guru dan siswa tersebut mencoreng citra pendidikan yang notabene sebagai tempat mencetak generasi bangsa. (kid)
Editor : Nur Wachid