Jawa Pos Radar Lawu - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 43 orang karyawan.
Namun, PSSI memastikan bahwa pemecatan tersebut tidak akan mempengaruhi persiapan tim nasional Indonesia untuk menghadapi putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, terutama saat melawan Australia pada 10 September mendatang.
Anggota komite eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, memastikan bahwa pemutusan hubungan kerja secara massal tidak akan mempengaruhi persiapan pertandingan melawan Australia.
Arya menyatakan, bahwa persiapan menjamu Australia tidak akan terganggu karena mereka menggunakan cara profesional.
"Kami tidak akan terganggu dalam persiapan melawan Australia. Kami berharap semuanya tetap lancar karena kami melakukan perubahan dengan cara yang profesional," dalam pernyataan resmi kepada PSSI Pers pada Senin (2/9).
Timnas Indonesia akan memulai laga putaran ketiga dengan dua pertandingan awal.
Pertama, mereka akan bertanding melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah pada Kamis (5/9) waktu setempat atau Jumat (6/9) dini hari.
Setelah itu, skuad Garuda akan kembali ke Jakarta untuk menghadapi Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 10 September.
Sementara itu, dilaporkan bahwa semua anggota divisi media dan teknik PSSI terkena PHK.
Eko Rahmawanto, kepala media PSSI yang juga terdampak, menyatakan kekhawatirannya bahwa pemecatan ini bisa mengganggu persiapan PSSI dalam menyelenggarakan pertandingan kandang melawan Australia.
Divisi media PSSI memiliki peran penting dalam penyelenggaraan dengan menangani semua hal terkait media, termasuk peliputan agenda federasi dan Timnas Indonesia.
Di sisi lain, divisi teknik bertanggung jawab atas keperluan teknis Timnas Indonesia menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (*)
Editor : Riana M.