PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Logo Kabupaten Ponorogo, yang menjadi identitas kebanggaan daerah ini merupakan buah karya dari seorang seniman dan guru lokal yang berpengaruh, Mangoen Oetomo, ayah dari Kolonel Pnb Taufik Nur Cahyanto, Komandan Upacara Penurunan Bendera di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Logo Kabupaten Ponorogo Dibuat pada tahun 1968. Logo ini tidak hanya sebuah simbol, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Ponorogo.
Mangoen Oetomo terinspirasi oleh nilai-nilai luhur dalam Al-Qur'an, Hadist Rasulullah, serta budaya lokal Ponorogo dalam menciptakan logo ini.
Makna Logo Kabupaten Ponorogo
Lambang daerah Kabupaten Ponorogo terdiri dari sebelas komponen utama, masing-masing dengan filosofi yang mendalam:
1. Bintang Emas Bersudut Lima
Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan dasar negara Pancasila.
2. Sinar Cahaya
Mengartikan petunjuk Tuhan menuju kesejahteraan rakyat.
3. Gapuro Bentar
Mencerminkan kejayaan di bawah Batoro Kathong.
4. Penampang Reyog dengan Lima Jalur di Atas Empat Trap
Melambangkan angka bersejarah 45 (tahun Proklamasi 1945).
5. Gunung dengan Dua Puncak
Melambangkan lokasi geografis Ponorogo di antara Gunung Lawu dan Gunung Wilis.
6. Samudra Lepas
Melambangkan pemerintahan yang abadi.
7. Pita dan Garis Cakrawala
Merupakan simbol tugas yang harus diselesaikan.
8. Padi Berbiji 17 dan Kapas Berbuah 8
Melambangkan Proklamasi 17 Agustus dan kemakmuran daerah.
9. Tulisan Ponorogo
Melambangkan introspeksi diri dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Mangoen Oetomo, seorang guru yang dikenal sabar dan mengayomi, menyatukan elemen-elemen tersebut menjadi satu simbol yang kuat dan penuh makna bagi masyarakat Ponorogo.
Karyanya kini tidak hanya menjadi simbol daerah, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya yang menjadi panduan dalam kehidupan masyarakat Ponorogo.
Kebanggaan Keluarga dan Warga Ponorogo
Anak Mangoen Oetomo, Kolonel Pnb Taufik Nur Cahyanto, melanjutkan warisan kebanggaan ini dengan mencatatkan prestasi di bidang militer.
Sebagai lulusan terbaik Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2001, Taufik kini menjabat sebagai Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dan didapuk menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera di IKN pada peringatan HUT RI ke-79.
Taufik juga dikenal sebagai pribadi yang multitalenta, dengan hobi dalam olahraga dan musik.
Ia kerap berbagi momen saat berolahraga bersama istrinya serta bermain gitar dan piano di akun Instagram pribadinya.
Kebanggaan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Ponorogo yang melihat salah satu putra daerahnya memimpin upacara kenegaraan yang penting di IKN.
Warisan Mangoen Oetomo dan pencapaian Taufik Nur Cahyanto menjadi inspirasi bagi generasi muda Ponorogo untuk terus berkarya dan berprestasi. (kid)
Editor : Nur Wachid