Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Isi Buku Harian Aulia Risma Lestari, Profil Dokter Muda Mahasiswi PPDS Undip Semarang yang Bunuh Diri Gegara Bullying, Punya Segudang Prestasi

Nur Wachid • Kamis, 15 Agustus 2024 | 19:43 WIB
Kematian Mahasiswi PPDS Undip: Fakta Baru, Curhat Pilu di Buku Diary dan Dugaan Perundungan. (RADAR SEMARANG)
Kematian Mahasiswi PPDS Undip: Fakta Baru, Curhat Pilu di Buku Diary dan Dugaan Perundungan. (RADAR SEMARANG)

SEMARANG, Jawa Pos Radar Lawu - Kasus bunuh diri Aulia Risma Lestari, dokter muda mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terus menjadi perhatian publik.

Mahasiswi bernama Aulia Risma Lestari, yang juga merupakan ASN di RSUD Kardinah Kota Tegal, ditemukan tewas di kamar kosnya pada Senin, 12 Agustus 2024.

Kasus ini mencuat setelah dugaan kuat bahwa Aulia mengalami perundungan selama menjalani masa pendidikannya.

Aulia, yang lahir pada tahun 1994, adalah seorang dokter muda yang dikenal berprestasi.

Dia menempuh pendidikan spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di Undip, setelah sebelumnya meraih gelar Sarjana Pendidikan Dokter dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) pada tahun 2011.

Namun, di balik prestasinya, Aulia diduga mengalami tekanan psikologis yang berat, yang diduga berasal dari perlakuan seniornya selama masa pendidikan.

Berdasarkan informasi dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Aulia resmi terdaftar sebagai mahasiswa aktif di Undip sejak tahun 2022.

Hingga semester ganjil tahun ajaran 2023/2024, statusnya sebagai mahasiswa masih dinyatakan aktif.

Namun, Aulia ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di daerah Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Ia diduga menyuntikkan obat bius jenis Roculax ke tubuhnya sendiri, yang mengakibatkan kematiannya.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan sebuah buku harian di kamar kos Aulia yang mengungkapkan keluhannya selama menjalani pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran.

Buku itu juga berisi cerita tentang perlakuan yang diduga dilakukan oleh senior-seniornya di tempat praktik.

Bahkan, orang tua Aulia sudah pernah mendengar curhatan serupa dari putri mereka, yang menyatakan bahwa dia ingin berhenti dari program spesialis tersebut karena merasa tidak kuat menghadapi tekanan.

Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Agus Hartono, membenarkan adanya curhatan di buku harian tersebut.

"Sudah curhat sama ibunya, anak itu minta resign, sudah nggak kuat," ujar Kompol Agus dilansir Radar Lawu dari Radar Semarang. 

Kasus ini menjadi peringatan penting tentang dampak psikologis yang dapat ditimbulkan oleh perundungan di lingkungan pendidikan, khususnya di bidang seperti pendidikan dokter spesialis. (kid) 

Editor : Nur Wachid
#Anestesi #dokter muda #obat #prestasi #senior #curhat #polisi #buku harian #undip #Aulia Risma Lestari #kamar #perundungan #ppds #viral #fakta #bullying #profil #Baru #kos #ISI #universitas diponegoro #semarang