Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Heboh! Harapan Kubu Armor Toreador pada Intan Nabila Cabut Laporan KDRT Demi Masa Depan Anak-anak

Oktaviani Sindy • Kamis, 15 Agustus 2024 | 17:45 WIB
: Kubu keluarga Armor Toreador meminta agar Intan Nabila mencabut laporannya dan menyelesaikan secara kekeluargaan demi masa depan anak-anaknya. (Jawapos)
: Kubu keluarga Armor Toreador meminta agar Intan Nabila mencabut laporannya dan menyelesaikan secara kekeluargaan demi masa depan anak-anaknya. (Jawapos)

Jawa Pos Radar Lawu – Viral kubu keluarga dari Armor Toreador berharap selebgram asal Bogor, Cut Intan Nabila, yang sekaligus istri Armor, bisa mencabut laporan KDRT terhadap suaminya.

Armor saat ini telah ditangkap polisi setelah dilaporkan Nabila atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang viral di media sosial.

Kuasa hukum Armor, Irawansyah, menyatakan bahwa keluarga sangat terpukul dengan insiden ini, terutama setelah menjadi sorotan publik.

"Keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini, termasuk Armor. Dia (Armor-Red) tidak menyangka kejadian ini jadi booming atau viral seperti ini," kata Irawansyah di Mako Polres Bogor, Cibinong, pada awak media Selasa (14/8).

Dalam pernyataannya, Irawansyah juga menyampaikan permintaan maaf dari pihak keluarga kepada publik atas insiden tersebut.

"Keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan atensi masyarakat. Keluarga dan Armor minta doa agar Armor dan keluarga beserta istrinya diberikan jalan paling baik oleh Allah untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Irawansyah juga menambahkan bahwa keluarga Armor sangat berharap kasus ini bisa diselesaikan secara baik-baik, mengingat dampak psikologis terhadap anak-anak mereka yang masih sangat kecil.

"Seperti yang disampaikan Kapolres Bogor pada saat press conference tadi, ini kan delik aduan. Artinya, istrinya sudah melaporkan. Menurut saya, kalau mau dicabut, bisa dong?" katanya.

Meskipun begitu, Irawansyah selaku kuasa hukum Armor mengakui belum ada kejelasan apakah ada upaya untuk menempuh jalan damai.

"Untuk upaya damai, saya belum tahu. Tetapi Undang-Undang memungkinkan ke arah sana melalui restorative justice," jelasnya.

Restorative justice dianggap sebagai opsi yang mungkin karena mempertimbangkan kondisi anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian orang tua.

"Kebayang nggak sih, anak Armor ada 3, paling besar 4 tahun, satu orang 3 tahun dan satu lagi baru 1 minggu. Mereka masih membutuhkan kasih sayang dan biaya hidup. Bagaimana anak-anak itu bisa diurus dengan baik?" ungkap Irawansyah.

Armor Toreador sendiri telah mengakui perbuatannya dalam konferensi pers yang digelar di aula Polres Bogor. Di depan awak media, Armor mengungkapkan bahwa ia telah melakukan kekerasan terhadap istrinya lebih dari lima kali sejak tahun 2020.

"Lebih dari lima kali, dari tahun 2020," kata Armor yang mengenakan baju tahanan dan tangan terborgol pada Rabu (14/8).

Yang lebih mengejutkan publik, dalam aksi terakhir yang terjadi di rumah mereka di Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, bahkan bayi mereka yang baru berusia satu minggu ikut menjadi korban karena terkena sodokan kaki saat KDRT berlangsung. Armor juga mengakui bahwa ia pernah melakukan kekerasan di depan anak-anaknya.

"Pernah, tapi kebanyakan berdua," tambahnya.

Kini, Armor Toreador menyadari kesalahannya dan menyatakan siap menjalani proses hukum.

"Saya tidak akan melakukan pembelaan apapun, saya mengaku saya salah. Saya siap berjanji menjalani proses hukum," ucapnya pasrah.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, menegaskan bahwa Armor dijerat dengan pasal berlapis. Dimana pihak penyidik mengenakan Pasal 44 ayat 2 UU No. 23 tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman 10 tahun penjara, Pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 4 tahun 8 bulan ditambah sepertiga hukuman, serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Sebelumnya, Intan Nabila mempublikasikan video dugaan KDRT melalui akun Instagram-nya @cut.intannabila, yang memiliki ratusan ribu pengikut.

Dalam video tersebut, terlihat Nabila yang menangis di depan suaminya yang terus memegangi handphone, di samping bayi mereka. Sangat jelas tindakan Armor dalam video rekaman CCTV itu, Nabila tampak mendapat pukulan bertubi-tubi pada punggungnya.

Nabila juga menyatakan bahwa kekerasan ini bukan yang pertama kali terjadi selama lima tahun pernikahan mereka.

"Banyak nama wanita yang mewarnai rumah tangga saya, beberapa bahkan teman saya. Sudah berkali-kali saya maafkan tapi tak terbuka hatinya, ternyata benar perselingkuhan dan KDRT tidak akan pernah berubah," tulis Nabila dalam unggahannya.

Dia mengaku bertahan selama ini demi anak-anaknya, namun kali ini sudah tidak bisa menahan semua beban sendiri.

"Maafkan saya jika selama ini menutup diri, saya seorang diri tidak pernah membuka aib rumah tangga saya, saya jaga martabatnya, hari ini saya sudah tidak bisa menahan semua sendiri," lanjutnya.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan selebgram dengan pengikut yang begitu besar serta menyentuh isu sensitif tentang KDRT dan dampaknya terhadap anak-anak. (okta)

Editor : Riana M.
#kuasa hukum #damai #cabut laporan #Intan Nabila #Armor Toreador #Armor #kdrt #cut intan nabila #laporan kdrt #kekerasan dalam rumah tangga