Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Gus Baha, Dua Versi Kisah tentang Kurban Disampaikan, Ibadah Sunah saat Idul Adha

Deni Kurniawan • Senin, 17 Juni 2024 | 06:25 WIB
Gus Baha (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)
Gus Baha (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE)

JAWA POS RADAR LAWU - Idul Adha merupakan hari raya bagi umat Islam yang jatuh setiap 10 Zulhijah kalender hijriah.

Hari raya ini juga acap disebut Idul Kurban. Sebab, ada ibadah sunah berkurban dalam momen hari raya ini.

Umat muslim yang mampu dianjurkan untuk berkurban dengan hewan ternak.

Jamaknya, hewan kurban di Indonesia adalah kambing dan sapi.

Berbicara tentang kurban, di Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Gus Baha pernah menyampaikan kisah tentang kurban.

Ahli fiqih bernama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim itu mengisahkan dua versi perihal kurban.

Yang mana, ibadah kurban merupakan salah satu syariat yang ada sejak zaman Nabi Ibrahim.

Perihal Kurban Versi Pertama yang Disampaikan Gus Baha.

Nabi Ibrahim memaklumatkan diri paling mencintai Allah.

Klaim itu diucapkan saat Ibrahim belum memiliki anak.

Nabi Ibrahim lantas punya putra bernama Nabi Ismail.

Saat sedang senang-senangnya dengan anak, ketika Nabi Ismail baru bisa berjalan dan semacamnya, Allah meminta Nabi Ibrahim menyembelih buah hatinya itu.

Nabi Ibrahim berkomitmen mencintai Allah.

Permintaan menyembelih anak sendiri dilakukan.

Itu dibarengi dengan kebersediaan Nabi Ismail untuk disembelih.

Alhasil, sesaat sebelum disembelih, Nabi Ismail diganti dengan kambing.

Perihal Kurban Versi Kedua yang Disampaikan Gus Baha.

Nabi Ibrahim diterbangkan ke langit.

Nabi Ibrahim dipertontonkan manusia maksiat.

Allah bertanya kepada Nabi Ibrahim tentang perbuatan maksiat itu.

Nabi Ibrahim ingin manusia-manusia maksiat seperti itu dihabisi.

Sebab, menurut Nabi Ibrahim, manusia-manusia seperti itu tidak mengindahkan Allah.

Allah menuruti perkataan Nabi Ibrahim.

Hal serupa terjadi sampai tiga kali.

Diperlihatkan kemaksiatan, manusia-manusia maksiat dibunuh.

Suatu saat setelah itu, Nabi Ibrahim diminta membunuh anaknya, yaitu Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim sempat menyampaikan semacam keberatan karena diminta membunuh buah hatinya sendiri.

Baca Juga: Gibran Sumbangkan Sapi Jenis Limosin Seberat 700 Kg ke Masjid Al-Azhar

Lantas, Nabi Ibrahim diingatkan momen ketika dipertontonkan sebanyak tiga kali perbuatan kemaksiatan sebelumnya.

Yang mana, permintaan Nabi Ibrahim menghabisi manusia yang melakukan maksiat dikabulkan Allah.

Nabi Ibrahim kemudian diberi penjelasan bahwa manusia-manusia yang maksiat dan lalu dihabisi itu juga ciptaan Allah.

Setelah kejadian itu, Nabi Ibrahim menjadi amat sangat mencintai dan menyayangi makhluk Allah.

Seperti itulah dua versi perihal kurban yang disampaikan Gus Baha di UGM pada Juli 2020 itu.

Kurban sebagai syariat yang muncul di era Nabi Ibrahim terus dijalankan hingga saat ini.

Tentunya, setelah melalui penyempurnaan di masa Nabi Muhammad SAW.

Ibadah sunah yang ditunaikan umat Islam yang mampu saat Hari Raya Idul Adha. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#Versi #Gus Baha #nabi ibrahim #kurban #idul adha