Jawa Pos Radar Lawu- Nama Anita Jacoba Gah, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat mendadak viral setelah mencecar Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sebuah rapat Rabu (5/6/2024).
Sikap tegas dan kritisnya membuat banyak pihak penasaran, siapakah sosok Anita Jacoba Gah sebenarnya?
Profil Singkat Sosok Anita Jacoba Gah
Sosok wanita bernama lengkap Anita Jacoba Gah, lahir di Jakarta, pada 9 Maret 1974 dan kini berusia 50 tahun.
Ia menghabiskan masa kecilnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kemudian memotivasi diri untuk menjadi legislator yang peduli pada daerah terpencil.
Anita adalah anggota DPR RI yang memiliki segudang pengalaman panjang di dunia politik.
Kariernya di DPR dimulai pada periode 2004-2009, berlanjut ke periode 2009-2014, dan kemudian kembali sebagai anggota PAW pada periode 2017-2019 menggantikan Jefri Riwu Kore.
Saat ini, Anita menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019 hingga sekarang mewakili daerah pemilihan NTT II dari Fraksi Partai Demokrat.
Anita, merupakan lulusan STIE Nasional Indonesia, dimana ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2008.
Sebelum terjun ke dunia politik, Anita seorang pengajar seni suara yang mengajar paduan suara wanita di GPIB Effatha dan Sanggar Ananda di Jakarta.
Dalam dunia organisasi, Anita juga aktif sebagai Ketua Gerakan Pemuda GPIB Effatha, Jakarta Selatan, dan Pengurus di Pemuda GMIT di Kota Kupang.
Sebelum aktif di Komisi X yang membidangi pendidikan, Anita pernah duduk di Komisi VIII DPR RI yang fokus pada agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Pengalaman luasnya ini semakin memperkuat kiprahnya dalam memperjuangkan isu-isu penting di bidang pendidikan dan sosial.
Anita, sangat aktif di media sosial dalam membagikan kegiatan-kegiatannya sebagai anggota Komisi X DPR RI.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah momen-momen saat mengikuti berbagai acara dan kunjungan kerja, menunjukkan dedikasinya dalam memperjuangkan isu-isu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Perjuangan sosok wanita ini bukan cuma hanya omon-omon belaka, namun selalu dibuktikan disetiap rapat DPR.
Bahkan Anita, dengan tegas menyoroti berbagai masalah, termasuk belum adanya kejelasan upah bagi guru PPPK dan pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dianggapnya bermasalah.
"Mas Nadiem bisa mendapatkan tepuk tangan di luar negeri, tapi tidak dengan kami. Apa yang harus kami apresiasi sedangkan banyak masyarakat kita yang hingga kini masih menangis," tegas pernyataan Anita dengan nada tinggi.
Anita juga selalu menyuarakan dengan lantang, "Kalau banyak korupsi, uang negara habis bukan untuk rakyat. Saya marah, Pak Menteri, untuk kesekian kalinya, karena memang ini kenyataannya di lapangan.”
Sosok Anita Jacoba Gah, menunjukkan bahwa masih ada anggota DPR yang berani bersuara keras demi kepentingan rakyat meskipun sosoknya adalah wanita.
Dengan segudang pengalaman panjang dan dedikasi tinggi, Anita terus memperjuangkan isu-isu pendidikan di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah yang kurang terjangkau.
Kegigihannya dalam rapat Komisi X yang viral sangat menarik perhatian publik dan mempertegas pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan di Indonesia. (okta-pnm/kid)