Jawa Pos Radar Lawu – kabar duka menyelimuti keluarga Ilham Nugroho, korban balon udara yang dipasangi petasan meledak di Balong, Ponorogo.
Kabar duka ini diperkuat oleh unggahan di Instagram @smpn1balong.
Admin akun tersebut berbagi kabar tentang meninggalnya Ilham Nugroho. “Iya benar, Ilham Nugroho, siswa kami kelas 9, meninggal dunia.
Korban luka peristiwa balon udara di Desa Muneng, Kecamatan Balong,” ungkap Kepala SMPN 1 Balong, Hari Prasetyo, Kamis (16/5/2024).
Kasus sebuah balon udara asap berukuran besar yang dipasangi puluhan petasan meledak di Ponorogo, Jawa Timur.
Insiden tersebut mengakibatkan empat orang remaja yang berada di bawahnya mengalami luka bakar serius.
Kejadian itu terjadi di tepi lapangan desa yang berdekatan dengan pematang sawah di Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin pagi (13/5) sekitar pukul 06.00 WIB.
Balon udara terbakar sebelum berhasil mengudara.
Korban luka akibat balon udara tanpa awak yang membawa petasan dan meletus di Ponorogo, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (15/5/2024) malam.
IN atau Ilham Nugroho, siswa SMPN 1 Balong, meninggal setelah dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Surabaya.
Korban, meninggal dunia usai jalani perawatan intensif di rumah sakit.
Dan pada Kamis (16/5) pagi, remaja tersebut langsung dimakamkan di kompleks pemakaman desa setempat.
''Kami dapatkan kabar korban meninggal saat jalani perawatan, dan pagi ini telah dimakamkan,'' ujar Agus Wibowo.
Kejadian ini diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga untuk masyarakat agar lebih berhati-hati dan memberi perhatian khusus atas kejadian ini agar tidak berulang kembali.
Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Balong, Agus Wibowo, ''Kami minta masyarakat juga peduli, kalau ada yang rakit balon harus dicegah,'' ujarnya setelah memberikan keterangan mengenai keadaan IN. (kid)
Editor : Nur Wachid