MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Selama Satu Jam Lebih Gus Iqdam menyampaikan Tausiyah pada ribuan jemaah yang berkumpul di Lapangan Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Magetan pada Rabu (13/12).
Tepatnya mulai pukul 23.00-24.30.
Acara pengajian umum tersebut memang molor, namun tidak mengurangi khitmat didalamnya.
Gus Iqdam menyampaikan pentingnya hati yang bersih ketika beribadah.
Karena ketika seseorang menghadap kepada Allah, yang dilihat bukan wajah seorang hamba yang penuh dengan riasan melainkan hanya bagaimana isi hatinya.
‘’Jika melakukan ibadah, niati itu hanya karena Allah,’’ terang Gus Iqdam.
Selain itu, disampaikan pula pada ‘’Sabilul Taubat’’ atau ST Nyell yang menjadi jemaah tentang pentingnya mengamalkan hikmah yang didapatkan setelah menghadiri pengajian.
Jika dalam pengajian umum diajak selawat berulang kali, maka setelah pengajian selesai baiknya kebiasaan selawat diamalkan sendiri.
Mubaliq asal Blitar tersebut menekankan apabila seseorang sudah istiqomah dengan kebiasaan berselawat pada Nabi Muhammad, sudah dapat digolongkan dengan seseorang yang memiliki hati baik.
Karena selawat yang diulang- ulang itu merupakan kendaraan terbaik untuk Doa- doa yang kita panjatkan mudah diijabah.
Makna Hati yang bersih atau Qolbun Sholikin, itu disampaikan Gus Iqdam erat hubungannya dengan makna ‘’Dekengane Pusat’’.
Karena jika seseorang itu memiliki hati yang bersih mampu ikhlas dan sabar akan segala musibah, disaat itu Allah akan menurunkan kenikmatan padanya, datangnya tanpa disangka - sangka.
Artinya orang tersebut dekengane pusat. ‘’Orang yang memiliki hati bersih, Dekenagne Pusat,’’ bebernya. (ril/kid)
Editor : Aprilita Sari