Jawa Pos Radar Lawu - Impian masyarakat Magetan untuk memiliki bioskop modern di dalam kota semakin mendekati kenyataan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kini tengah mengkaji rencana pengembangan Gedung Kesenian Mahendra menjadi fasilitas hiburan layar lebar yang representatif.
Ketertarikan investor terhadap aset daerah yang berada di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) tersebut menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor hiburan lokal.
Bahkan, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah meninjau langsung kondisi gedung pada Senin (1/6).
Investor Mulai Masuk, Pemkab Lakukan Kajian Mendalam
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, Suwito, membenarkan bahwa surat minat dari investor telah diterima oleh pemerintah daerah.
Saat ini, proses kajian masih berlangsung untuk memastikan rencana tersebut sesuai dengan regulasi dan kebutuhan masyarakat.
“Surat dari investor sudah masuk. Saat ini masih dalam proses tindak lanjut pemerintah daerah,” ujarnya.
Rencana ini menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan aset daerah sekaligus menjawab kebutuhan hiburan masyarakat yang selama ini harus keluar kota untuk menonton film di bioskop.
Baca Juga: Daftar Film Seru Mengisi Liburan Tahun Baru 2026, Tayang di TV, Bioskop, dan Streaming
Opsi Dua Studio, Tingkatkan Daya Tarik Bioskop
Seiring pembahasan teknis yang terus berjalan, muncul usulan pengembangan bioskop dengan lebih dari satu studio.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Kiki Indriyani, menyebut konsep dua studio menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan.
Dengan adanya dua studio, variasi film yang ditayangkan dapat lebih beragam sehingga mampu menarik minat masyarakat lebih luas.
“Tempatnya representatif untuk disewakan dan dikembangkan,” jelasnya.
Selain itu, kapasitas penonton juga bisa ditingkatkan, sehingga potensi pendapatan dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut ikut terdongkrak.
Penataan Akses Jadi Perhatian Utama
Karena lokasi bioskop berada dalam satu kawasan dengan Mal Pelayanan Publik, Pemkab Magetan juga fokus pada pengaturan akses keluar-masuk pengunjung.
Hal ini penting agar operasional bioskop tidak mengganggu layanan publik yang berlangsung setiap hari.
Konsep yang tengah dikaji adalah pemisahan jalur pengunjung bioskop dengan pengguna layanan MPP, namun tetap saling terintegrasi secara fungsional.
“Bagaimana nanti akses masuk dan keluar bioskop bisa terpisah dengan MPP tetapi tetap saling mendukung, itu sedang kami bahas,” tambah Kiki.
Baca Juga: Libur Panjang Dongkrak Wisata Lawu Magetan, Kunjungan Tembus 2.673 Wisatawan
Aktivitas Seni Tetap Diprioritaskan
Di sisi lain, rencana alih fungsi Gedung Mahendra sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku seni.
Pasalnya, gedung tersebut selama ini menjadi pusat aktivitas kesenian di Magetan.
Namun, Pemkab memastikan bahwa pengembangan bioskop tidak akan mengorbankan ruang berkesenian masyarakat.
Sejumlah alternatif lokasi telah disiapkan, seperti Gedung Kesenian Tripandita dan fasilitas lain milik Disbudpar.
“Kalau nanti digunakan sebagai bioskop, pelayanan kepada pelaku seni tetap berjalan dan fasilitas kami tetap,” tegas Suwito.
Dorong Ekonomi dan Hidupkan Kawasan MPP
Keberadaan bioskop modern diyakini dapat menjadi magnet baru bagi masyarakat.
Selain menambah pilihan hiburan, investasi ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan MPP.
Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, pusat layanan publik tersebut diharapkan semakin hidup sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Baca Juga: Tren Work From Cafe (WFC) 2026: Anak Muda Pilih Kerja Fleksibel dan Suasana Lebih Produktif
Pemkab Magetan pun menegaskan komitmennya untuk mendukung investasi yang berdampak positif, tanpa mengabaikan keberlangsungan seni dan budaya lokal.
“Kami mendukung investasi yang masuk ke Magetan. Yang pasti, aktivitas kesenian masyarakat tetap akan mendapatkan ruang,” pungkas Suwito.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universits Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani