Jawa Pos Radar Lawu- Drama besar di dunia pernikahan kembali mencuat dan menyita perhatian publik.
Sebuah Wedding Organizer (WO) bernama Ayu Puspita yang diketahui memiliki centang biru di media sosial, kini menjadi sorotan usai diduga melakukan penipuan terhadap ratusan calon pengantin di Jakarta dan sekitarnya.
Kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 15 hingga 16 miliar.
Kasus ini viral setelah kejadian pada Sabtu, (6/12) ketika sejumlah acara pernikahan yang memakai jasa WO tersebut berantakan total.
Dalam beberapa unggahan video di media sosial, tampak gedung pernikahan dengan dekorasi lengkap dan pelaminan berdiri megah namun meja catering kosong, tidak ada makanan sama sekali, dan vendor tak muncul sesuai kontrak.
Sejumlah tamu undangan bahkan terpaksa pulang dengan keadaan lapar, sementara pengantin dan keluarga hanya bisa pasrah dan berusaha menenangkan tamu.
Beberapa korban mengaku sudah membayar lunas jauh hari sebelum acara, termasuk paket lengkap dekorasi, catering, dan food stall.
Diduga Dana Dipakai untuk Gaya Hidup Mewah
Yang membuat publik makin geram, beredar informasi bahwa dana pembayaran para klien tersebut bukan digunakan untuk membayar vendor, melainkan diduga dipakai untuk membeli rumah mewah, liburan ke luar negeri, hingga kebutuhan pribadi pemilik WO.
Pengakuan dari korban dan mantan karyawan WO ini semakin memperkuat dugaan bahwa praktik penipuan ini sudah direncanakan sejak awal.
Terlebih paket yang ditawarkan dijual dengan harga promo melalui akun media sosial dan pameran wedding fair.
230 Pasangan Membentuk Grup Korban
Baca Juga: Terlalu Ketat Diet Karbo Bisa Mengancam Kesehatan Jantung? Fakta Kesehatan Ini Harus Kamu Tahu!
Hingga kini, setidaknya 230 pasangan calon pengantin telah melapor dan membentuk grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi, bukti pembayaran, hingga mempersiapkan langkah hukum bersama.
Beberapa pasangan yang belum melangsungkan pernikahan memilih mencari wedding organizer baru, sementara sebagian lainnya masih berharap uang mereka bisa dikembalikan.
Proses Hukum Berjalan
Kini pemilik WO dan beberapa staf telah diamankan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Jakarta Utara menyebut sudah ada 5 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi, termasuk pemilik usaha.
Polisi juga menyebut kasus ini bukan hanya dugaan fraud layanan, melainkan bisa mengarah ke penipuan terencana dan penggelapan dana konsumen.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi calon pengantin agar lebih waspada dalam memilih wedding organizer, meski terlihat profesional, viral, atau bahkan memiliki tanda verifikasi centang biru di media sosial.
Publik kini menunggu proses hukum dan kemungkinan pengembalian dana, sementara sebagian korban masih trauma karena momen sakral yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi pengalaman pahit tak terlupakan. (*)
Editor : Riana M.