Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kisah Mistis Tanjung Papuma: Legenda Nyi Roro Kidul, Gua Lowo, dan Pulau Angker di Balik Keindahan Pantai Jember

Sukma Maharani Putri • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:15 WIB
Di balik keindahan sunrise dan pasir putihnya, Tanjung Papuma menyimpan legenda mistis yang hidup dalam ingatan masyarakat setempat.
Di balik keindahan sunrise dan pasir putihnya, Tanjung Papuma menyimpan legenda mistis yang hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

Jawa Pos Radar Lawu - Tanjung Papuma menjadi salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pantai ini terkenal dengan panorama sunrise dan sunset yang dramatis, hamparan pasir putih, serta gugusan batu karang yang menjadikannya primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun, di balik pesona alamnya yang menawan, Tanjung Papuma juga menyimpan kisah mistis yang telah melegenda di kalangan masyarakat sekitar.

Aura mistis inilah yang membuat tempat ini bukan hanya indah, tapi juga sarat makna dan nuansa spiritual.

Keindahan Alam Tanjung Papuma

Nama Tanjung Papuma merupakan singkatan dari Pasir Putih Malikan.

Pantai ini berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Ciri khas Papuma terletak pada daratannya yang menjorok ke laut, dihiasi tebing tinggi dan karang besar yang berpadu indah dengan pasir putih serta air laut biru kehijauan.

Dari puncak bukit Papuma, wisatawan dapat menyaksikan keindahan matahari terbit dan terbenam yang disebut sebagai salah satu panorama terbaik di kawasan selatan Jawa Timur.

Pemandangan inilah yang kerap menjadi incaran fotografer alam, pecinta senja, dan wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang.

Kisah Mistis dan Legenda Nyi Roro Kidul

Sebagai bagian dari wilayah pantai selatan, Tanjung Papuma tak lepas dari legenda Ratu Pantai Selatan.

Menurut kepercayaan masyarakat, kawasan ini masih berada di bawah kekuasaan Nyi Roro Kidul.

Karena itu, pengunjung dilarang mengenakan pakaian berwarna hijau, warna yang dipercaya sebagai kesukaan sang ratu laut selatan.

Selain itu, ada pula mitos yang melekat pada Gua Lowo, sebuah gua alami di dekat bibir pantai.

Konon, gua ini menjadi tempat bersemayam Dewi Sri Wulan.

Dahulu, di dekat gua berdiri sebuah pendopo bergaya klenteng yang kemudian berubah menjadi Wihara Dewi Sri Wulan, sebagai bentuk penghormatan terhadap sang dewi dan pelestarian budaya lokal.

Gua Lowo hanya dapat dikunjungi saat air laut surut.

Ketika pasang, pintu gua tertutup air, menambah kesan misterius dan mistis bagi siapa pun yang melihatnya.

Pulau Misterius Tanpa Nama

Tak jauh dari pantai, terdapat tujuh pulau kecil yang berjajar indah.

Menariknya, ada satu pulau yang tidak memiliki nama.

Pulau ini diyakini sangat angker, sehingga masyarakat setempat enggan menyebut atau menginjakkan kaki di sana.

Menurut cerita, pulau tersebut menjadi tempat tinggal ribuan ular berbisa.

Nelayan pun menghindari jalur laut di sekitar pulau itu, terutama saat malam hari, karena dipercaya memiliki energi mistis yang kuat.

Baca Juga: Liburan 2 Hari 1 Malam ke Wonosobo: Itinerary Adem, Hemat, dan Cocok Buat Healing dari Penatnya Rutinitas!

Daya Tarik yang Tak Lekang oleh Waktu

Meski kisah mistis melekat erat, Tanjung Papuma tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jember.

Pengunjung dapat menikmati panorama sunrise dan sunset yang memukau, menjelajahi laut dengan perahu nelayan, hingga bersantai di tepi pantai yang tenang.

Bagi sebagian orang, nuansa mistis justru menambah daya tarik tersendiri.

Papuma bukan hanya tempat berlibur, tetapi juga ruang untuk merenung, mencari inspirasi, dan merasakan keheningan alam. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Goa Lowo #Tanjung Papuma #nyi roro kidul #wisata jember