Jawa Pos Radar Lawu - Band legendaris Deftones akhirnya resmi mengumumkan album studio terbaru mereka bertajuk Private Music.
Setelah jeda panjang selama lima tahun sejak perilisan Ohms pada 2020.
Album ke-10 ini dirilis melalui label Reprise Records dan Warner Records, sekaligus menjadi comeback yang paling ditunggu oleh para penggemar.
Dalam pengumuman resminya, band ini juga merilis single pertama berjudul My Mind Is a Mountain, yang langsung membangkitkan antusiasme besar.
Lagu ini menampilkan karakteristik khas Deftones berupa riff gitar berat berpadu dengan nuansa ambient dan atmosferik yang mendalam.
Album “Private Music” diproduksi bersama produser lama mereka, Nick Raskulinecz, sosok di balik dua album klasik Deftones: Diamond Eyes (2010) dan Koi No Yokan (2012).
Album ini berisikan 11 lagu, hampir semua judul lagu ditulis dengan huruf kecil yang menjadi gaya estetika khas band ini.
Daftar Lagu di Album Private Music:
1. my mind is a mountain
2. locked club
3. ecdysis
4. infinite source
4. souvenir
5. cXz
6. i think about you all the time
7. milk of the madonna
8. cut hands
9. ~metal dream
10. departing the body
Single kedua, Milk of the Madonna, menampilkan lirik dan suasana spiritual dengan sentuhan surrealistik, digambarkan para kritikus sebagai “metafora nutrisi ilahi dan kegairahan spiritual.”
Banyak pengamat menyebut bahwa album ini menjadi titik pertemuan sempurna antara sisi atmosferik dan kekuatan riff khas Deftones.
Ketegangan antara suara berat dan melodi lembut menjadi fondasi pengalaman mendengarkan album ini.
Salah satu lagu, ecdysis yang berarti “proses berganti kulit” ditafsirkan sebagai simbol perubahan besar dalam perjalanan musikal mereka.
“Private Music” menandai jeda terpanjang dalam karier studio Deftones, sekaligus menjadi pernyataan kuat bahwa band ini masih relevan, eksploratif, dan mampu meramu kekuatan masa lalu dengan nuansa eksperimental masa kini.
Bagi penggemar lama maupun pendengar baru, album ini bukan sekadar rilisan biasa, melainkan sebuah pengalaman musik yang patut disimak dengan sepenuh perhatian. (fin)
Editor : AA Arsyadani