Jawa Pos Radar Lawu - Cirebon dikenal luas sebagai kota budaya dan kuliner.
Namun ada satu sisi menarik yang tak boleh dilewatkan: deretan bangunan kuno bersejarah yang masih terawat hingga kini.
Dari gua batu buatan hingga gedung kolonial peninggalan Belanda.
Kesemuanya menyimpan jejak perjalanan panjang bangsa Indonesia sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi yang penuh makna.
Berikut tiga bangunan kuno bersejarah terpopuler di Cirebon tahun 2025 yang wajib masuk bucket list perjalananmu.
1. Taman Sari Gua Sunyaragi
-
Lokasi: Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon
-
Tiket masuk: Rp15.000 – Rp20.000
Taman Sari Gua Sunyaragi adalah bangunan berbatu yang unik berbentuk gua di atas permukaan tanah.
Konon, kawasan ini dulunya digunakan para bangsawan untuk meditasi sekaligus tempat latihan perang.
Kini, Gua Sunyaragi tak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga spot foto ikonik yang populer di kalangan anak muda.
2. Gedung BAT (British American Tobacco)
-
Lokasi: Jl. Pasuketan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon
-
Tiket masuk: Gratis (sumbangan sukarela)
Bangunan peninggalan kolonial bergaya arsitektur klasik Eropa ini dulunya digunakan sebagai tempat produksi rokok.
Meski aktivitas produksi sudah berhenti, kemegahan arsitekturnya tetap memikat wisatawan.
Tak heran bila gedung ini menjadi salah satu spot foto favorit, terutama bagi pecinta fotografi bangunan tua.
3. Gedung Perundingan Linggarjati
-
Lokasi: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan (±30 km dari Kota Cirebon)
-
Tiket masuk: Rp10.000 – Rp15.000
Bangunan bergaya kolonial Belanda ini menjadi saksi sejarah penting bangsa Indonesia.
Di tempat inilah perundingan Indonesia dan Belanda berlangsung pada 1946, yang dikenal sebagai Perjanjian Linggarjati.
Di dalam gedung, pengunjung dapat melihat meja perundingan asli, dokumentasi foto hitam putih, hingga naskah perjanjian yang masih terjaga keasliannya.
Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah kemerdekaan lebih dekat. (fin)
Editor : AA Arsyadani